Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Badai Telah Berlalu, Gereja Manggarai Harus Refleksi Diri
NTT NEWS

Badai Telah Berlalu, Gereja Manggarai Harus Refleksi Diri

By Redaksi14 Oktober 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Katedral Ruteng, Manggarai, Flores, NTT (Foto: ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Paus Fransiskus secara resmi menerima pengunduran diri Mgr Hubertus Leteng dari jabatan sebagai pemimpin pastoral di Keuskupan Ruteng pada Rabu, 11 Agustus 2017. 

Vatikan juga telah mengangkat Uskup Denpasar, Mgr Silvester San, sebagai Administrator Apostolik untuk menjalankan tugas dan wewenang sebagai uskup di wilayah keuskupan itu.

Walaupun demikian, pengunduran diri ini harus dilihat sebagai langkah pembaharuan. Masalah ini dinilai sebagai kesempatan untuk refleksi diri bagi seluruh pejabat gereja agar lebih memahami gejolak perubahan zaman, tantangan dan peluangnya ke depan.

“Badai telah berlalu. Keuskupan Ruteng semestinya melangkah lebih maju dari masa sebelumnya. Kalau masa lalu keuskupan Ruteng tidak berkembang dan tertutup, maka selanjutnya harus lebih terbuka dan progres khususnya dalam membangun iman dan ekonomi umat” tegas salah satu kaum muda keuskupan Ruteng, Wilibaldus Kuntam.

Sebagai kaum muda katolik, Willy tidak merasa berkecil hati dan menilai keuskupan Ruteng gagal menjalankan tugas penggembalaannya. Sebaliknya, pengunduran diri uskup Leteng mesti dilihat  sebagai bentuk tanggungjawab seorang gembala.

“Gembala yang baik memang harus mengundurkan diri kalau ada mosi tidak percaya dari bawahannya. Ada kritik dan pesan moral yang beliau sampaikan. Tentu saja, saya berharap dengan pengunduran diri beliau, para gembala dan umat harus merefleksikan diri” katanya. (VoN).

 

Kota Kupang
Previous ArticlePSI Belu Optimis Lolos Verifikasi
Next Article Wartawan Vox NTT Berbagi Ilmu Menulis di SMAK Fransiskus Ruteng

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.