Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»SMPK Fransiskus Ruteng Gelar Api Unggun dan Studi Lapangan di Waerebo
Regional NTT

SMPK Fransiskus Ruteng Gelar Api Unggun dan Studi Lapangan di Waerebo

By Redaksi28 Oktober 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana malam api unggun di Waerebo (Foto: Dok Arwin)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Siswa SMPK St. Fransiskus Xaverius Ruteng mengadakan kegiatan studi lapangan di Kampung Waerebo pada 24- 25 Oktober 2017.

Kegiatan studi lapangan ini merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan khusus bagi siswa kelas IX. Studi lapangan pada tahun ini melibatkan 207 siswa dan 25 guru pendamping termasuk kepala sekolah SMPK St. Fransiskus Xaverius Ruteng.

Rombongan berangkat ke Waerebo dengan menggunakan enam kendaraan roda empat.

“Kami memilih Waerebo sebagai tempat studi lapangan karena Waerebo merupakan salah aset wisata yang ramai dikunjungi baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Selain itu, Waerebo dikenal sebagai salah satu tempat di Manggarai Raya yang masih mempertahankan model rumah berbentuk rumah niang” kata Adrianus Mer  selaku ketua panitia kegiatan.

Kedatangan keluarga besar SMPK St. Fransiskus Ruteng disambut resmi melalui acara adat oleh masyarakat Waerebo di rumah niang Gendang.

“Kami terharu bahkan meneteskan air mata ketika bapa dan mama menyambut kedatangan kami dengan nyanyian dan diterima dengan acara adat manuk kapu dan tuak curu” ungkap Romo Fery Rusmiadin, Pr selaku Kepala sekolah SMPK St. Fransiskus Ruteng pada  acara penerimaan di rumah niang gendang.

Setelah penerimaan secara resmi, siswa SMPK St. Fransiskus beserta para pendamping dibagi ke rumah penginapan masing-masing.

Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa SMPK St. Fransiskus selama berada di Waerebo antara lain kegiatan api unggun yang dilaksanakan pada Selasa malam bertempat di halaman Waerebo.

Suasana kampung Waerebo di pagi hari

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh seluruh  masyarakat Waerebo dan beberapa wisatawan asing yang bermalam di Waerebo.

Dalam sambutannya, Lorensius Kasim, selaku pemimpin upacara memberikan penjelasan singkat mengenai asal muasal api unggun.

“Api unggun merupakan kebiasaan orang rimba untuk menjauhkan binatang buas, pelita di malam hari, berdiang atau menghangatkan dan tempat berkumpul di malam hari. Selain itu, kegiatan api unggun mempunyai nilai pendidikan yakni mempererat persaudaraan, memupuk kerja sama, menambahkan rasa keberanian dan rasa kepercayaan diri, mengembangkan bakat, membuat suasana gembira dan kebebasan serta memupuk kedisiplinan” ujarnya.

Selain upacara api unggun, juga diadakan misa bersama di rumah  niang gendang bersama warga Waerebo yang dipimpin langsung oleh Romo Fery Rusmiadin, Pr.

Bawa Kado dan Anakan Cengkeh

Dalam kegiatan itu  siswa SMPK St. Fransiskus membawa anakan cengkeh sebanyak 100 pohon dan membawa bahan sembako sebagai buah tangan untuk semua warga Waerebo.

“Kami terharu dan sangat berterima kasih kepada siswa SMPK St. Fransiskus Ruteng beserta para guru yang telah memberikan kami  kado berupa perlengkapan mandi-cuci seperti sabun, sikat gigi, pepsodent, rinso, pewangi dan gula pasir. Kami menyadari bahwa  untuk mendapatkan sebungkus sabun mandi, rinso, gula membutuhkan waktu 4 jam perjalanan dan membutuhkan biaya Rp60.000 untuk biaya trasnportasi” kata bapak Alexander Ngadut selaku tu’a adat Waerebo.

Kado-kado yang dibawa mengandung makna implisit bagi masyarakat Waerebo untuk menjaga kebersihan diri maupun lingkungan demi kelestarian tempat wisata itu.

Rasa haru juga dirasakan para siswa SMPK Fransiskus Xaverius  Ruteng saat acara pelepasan secara adat di rumah niang gendang.

“Kami sangat terharu dengan penerimaan masyarakat Waerebo mulai dari acara penyambutan secara adat, pelayanan yang kami terima selama berada di Waerebo baik makanan dan minuman maupun tempat penginapan. Semua itu mengajarkan kami generasi muda untuk mencintai adat istiadat Manggarai serta menjaga kelestarian budaya, alam dan lingkungan” kata Ningsi Jelahu selaku Ketua OSIS SMPK St. Fransiskus Ruteng usai acara pelepasan.

Kontributor: Fr. Arwin Nasrani

Editor: Andre

Manggarai
Previous ArticleDilaporkan ke Jaksa, Kades Manong Angkat Bicara
Next Article Rayakan Sumpah Pemuda, 6000 Penari Pentaskan Tarian Kolosal di Perbatasan

Related Posts

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.