Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Festival Seni Flores di Ende, Ivan Nestorman: Musik Lokal Maumere Adalah Contoh
Seni dan Budaya

Festival Seni Flores di Ende, Ivan Nestorman: Musik Lokal Maumere Adalah Contoh

By Redaksi1 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Musisi asal Manggarai, Flores, NTT, Ivan Nestorman saat diwawancarai awak media usai konser seni dan budaya Flores di Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Musisi asal Manggarai, Flores, NTT, Ivan Nestorman memberi pujian kepada grup musik lokal yang mulai berkembang setiap daerah di Flores saat ini.

Dalam festival dan atau konser seni dan budaya di Taman Bung Karno Ende pada Senin (30/10/2017) malam, musisi yang sudah mendunia ini menilai perkembangan musik lokal di Flores sudah mengkerut.

Untuk itu, Ivan berpesan agar musik lokal terus dikembangkan pada setiap wilayah atau desa.

Musik lokal Maumere, kata dia, adalah sebagai contoh. Sebab, sudah berkembang dan berkompetisi setiap desa-desa di Maumere.

“Mempertegas identitas kita sendiri yakni baik musik maupun tradisi dan karakter masyarakat Flores. Musik kita punya kekuatan,”katanya usai acara Festival Seni Flores.

Baca: Ivan Nestorman Blakblakan Soal Antusias Warga Ende dalam Festival Seni Budaya

“Kalau untuk musik lokal, kita harus mencontohi Maumere, karena disana setiap desa punya sanggar. Mereka berkompetisi diantara mereka sendiri. Itu yang tidak ada di Ende, Manggarai dan daerah lain di Flores,”tegas Ivan.

Dia menuturkan, Kabupaten Ende dahulu dikenal dengan daerah musikal. Lagu Rokatenda asal Ende yang dulu tenar malah pudar karena tidak didukung oleh musik-musik lokal.

Ia berharap agar, festival seni dan budaya Flores menjadi ikon untuk mempertahankan kekhasan atau kearifan lokal baik bahasa maupun seni.

“Pesan terakhir dalam nuansa sumpah pemuda ini bahwa segala sesuatu sudah mendunia. Maka kita harus mempertegaskan jati diri kita melalui seni musik lokal,”katanya.

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleTahun 2018, Event “Marilonga” Digelar di Ende
Next Article Pilgub NTT: Jacky-Melki Final

Related Posts

Festival Religi dan Budaya Paroki Wae Nakeng Libatkan 18 UMKM, Dorong Persaudaraan dan Pariwisata Religi

30 Mei 2026

Festival FEAST di Labuan Bajo Tampilkan Olahan Songkol dan Tapa Kolo

5 Mei 2026

STIPAR Ende Bekali Calon Wisudawan lewat Seminar Akademik

13 Februari 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.