Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Pilgub NTT: Petani di Sikka Butuh Penyediaan Modal, Teknologi, dan Jaminan Pasar
HEADLINE

Pilgub NTT: Petani di Sikka Butuh Penyediaan Modal, Teknologi, dan Jaminan Pasar

By Redaksi3 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Foto Ilustrasi (Foto: Are de Peskim/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Gong Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2018 sudah ditabuh. Beraneka ragam nama figur bermunculan. Akan tetapi, petani di Sikka tidak ingin asal memilih figur.

Beberapa petani muda yang ditemui dan dihubungi VoxNtt.com pada Kamis (2/10/2017) menginginkan figur yang mengusung program penyediaan modal, teknologi dan jaminan pasar bagi petani.

Will Woda (29) seorang petani muda asal Desa Tekaiku, Kecamatan Kangae melihat selama ini petani kesulitan mengakses teknologi dan pengetahuan pertanian moderen.

Menurutnya, petani butuh peningkatan kapasitas untuk menguasai teknologi pertanian yang mampu mengatasi masalah iklim di NTT.

“Harusnya ke depan itu diperhatikan soal peningkatan kapasitas petani untuk bisa beradaptasi dengan perubahan iklim,” terangnya saat dihubungi VoxNtt.com pada Kamis (2/11/2017).

Berbeda dengan Will, Nong Mitan (37), petani asal Doreng mengharapkan ada jaminan pasar terhadap hasil pertanian mereka.

“Gubernur yang nanti terpilih harus bisa pikirkan kami punya harga komoditi juga. Lalu kalau kami tanam harus ada yang beli dan dengan harga yang layak,” tegasnya saat dihubungi VoxNtt.com pada Kamis (2/11/2017).

Sementara itu, petani muda lainnya asal Kecamatan Alok Barat, Petrus Ndua (28) mengharapkan adanya penyediaan modal dengan bunga rendah untuk para petani.

Menurutnya selama ini petani ingin membuat usaha pertanian seperti bertanam sayuran hanya saja terkendala modal. Situasi tersebut dimanfaatkan oleh beberapa orang berduit untuk mengontrak lahan dan mempekerjakan orang.

“Usaha pertanian itu butuh cukup modal. Kalau pinjam di bank kami harus jaminkan BPKB motor. Selain itu juga usahanya harus sudah jalan. Kalau yang tidak punya modal dan belum punya usaha tidak bisa akses kredit,” tegasnya.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

Sikka
Previous ArticleBegini Tanggapan Warganet Terkait Tunjangan Transportasi DPRD Belu
Next Article Tahun Politik dalam Bingkai Persatuan dan Kesatuan

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

PAN Manggarai Gelar Muscab, Yosef Hasmi Dorong Kader Kuasai Ruang Digital

30 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.