Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Soal Rastra Tak Layak Konsumsi, Bulog ‘Kambing Hitamkan’ Pemerintah Desa
NTT NEWS

Soal Rastra Tak Layak Konsumsi, Bulog ‘Kambing Hitamkan’ Pemerintah Desa

By Redaksi13 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Selain berwarna kusam, banyak kutu terlihat pada beras yang ditolak oleh warga Namangkewa, Kecamatan Kewapante Sikka (Foto: Are de Peskim/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Beras Sejahtera (Rastra) jatah untuk Desa Namangkewa, Kecamatan Kewapante, Sikka ditolak oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Warga menilai beras tersebut sudah dalam kondisi tak layak dikonsumsi.

Meskipun demikian, Kepala Sub Divisi Bulog Regional Maumere, I Putu Suantara berdalih Rastra yang ditolak warga Namangkewa bukan tak layak dikonsumsi melainkan turun mutu.

Penurunan mutu beras tersebut disebabkan karena keterlambatan pengambilan oleh Pemerintah Desa.

“Sesuai Surat Perintah Alokasi (SPA) maka beras harusnya sudah keluar gudang pada Juni 2017. Akan tetapi, ada keterlambatan pengambilan. Dari Juni sampai November kan 4 bulan lebih sehingga terjadi sedikit turun mutu,” terangnya saat ditemui di ruangan kerjanya, Sabtu (11/11/2017) sore hari.

Baca: Tidak Layak Dikonsumsi, Warga Namangkewa Tolak Beras Rastra

Kepala Sub Divisi Bulog Regional Maumere, I Putu Suantara (Foto: Are de Peskim/Vox NTT)

Tidak hanya itu, Bulog pun menyampaikan data berbeda soal jumlah beras untuk Namangkewa yang ditolak warga yakni sebanyak 20, 7 ton. Sementara Kepala Desa Namangkewa, Nikolaus Nong Bale menyatakan sebanyak 31,7 ton.

Meskipun demikian, Bulog Maumere akan memperbaiki mutu beras untuk kemudian disalurkan kembali kepada warga.

“Kita tetap upayakan proses perbaikan untuk menjadikannya beras yang layak dikonsumsi,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Oktober lalu media ini pernah mewawancarai Kepala Sub Divisi Bulog Regional Maumere kala itu, Piter E. De Haan yang menyatakan bahwa terdapat 550 ton beras yang mengalami turun mutu.

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleBatu Parkir di Jalan Ruteng-Labuan Bajo, Satker Tutup Mata
Next Article Kelompok Teater Aeropagus UNWIRA Pentaskan ‘Aleitheia’

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.