Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»DPRD Belu Ribut Soal Air Bersih
Regional NTT

DPRD Belu Ribut Soal Air Bersih

By Redaksi14 November 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana saat rapat di Kantor DPRD Belu. (Foto: Marcel Manek)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Belu rebut saat sidang paripurna, pada masa sidang III tahun 2017.

Keributan itu dipicu ketika Ketua DPRD Belu, Januaria E Berek menyampaikan bahwa pemerintah akan membangun sebuah sumur bor di belakang kantor DPRD.

Rencana pengeboran sumur tersebut sudah tertuang dalam APBD Perubahan 2017. Demikian disampaikan Berek. Atas penyampaian tersebut, suasana sidang menjadi panas.

Pantauan VoxNtt.com bertempat di ruang sidang utama, Selasa (14/11/2017), Berek menyampaikan alasan pembangunan sumur bor tersebut dikarenakan selama ini Dewan kesulitan air bersih, karena air dari PDAM macet sehingga terpaksa Dewan membeli air bersih dari tengki penjual air.

Selain itu, sumur bor yang dibangun untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi beberapa fasilitas umum seperti taman kota, dan taman di lapangan umum.

Marthen Nai Buti dari Fraksi Gerindra menyatakan menolak dengan tegas karena tidak sesuai dengan kondisi persoalan masyarakat saat ini.

Marthen mengatakan, saat ini masyarakat Belu sedang kesulitan air bersih. Menurut dia, tidak relevan kalau DPR membangun sumur sementara masyarakat masih kesulitan air bersih.

“mungkin saya terlambat informasi ya! Tapi saya mau tegaskan bahwa, secara pribadi saya menolak. Masih ada masyarakat di luar sana yang membutuhkan air bersih. Lebih baik survey dan bangun sumur di luar sana karena banyak masyarakat kesulitan air. Saya mohon dimengerti. Jangan di kantor DPR” tegas Marthen.

Tidak hanya Marthen, pernyataan keberatan juga disampaikan Melki Lelo dari Fraksi PKS. Melki meminta, pemerintah melihat kembali rencana pembangunan sumur bor tersebut, karena saat ini masyarakat Belu banyak yang kesulitan air bersih.

“Mohon di lihat kembali. Klu bisa utamakan dulu masyarakat yang membutuhkan air. Kita di Dewan bituh air tapi masyarakat saat ini lebih membutuhkan” ujar Melki.

Terkait sikap keberatan ADPRD, Wakil Bupati Belu JT Ose Luan yang diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan mewakili pemerintah, menyampaikan, rencana pembangunan sumur bor merupakan kegiatan yang sudah tertuang dalam APBD perubahan tahun 2017.

Namun, apabila DPR keberatan maka pemerintah akan segera melakukan survey ulang karena waktu pelaksanaan kegiatan tinggal satu bulan saja.

“Dalam melakukan kegiatan ini, ada pertimbangan-pertimbangan khusus. Salah satunya adalah soal sumber air dimana sesuai hasil survey, sumber air yg ditemukan berada di belakang kantor DPR. Namum apabila tidak disetujui maka pemerintah akan melakukan survey ulang” ujar Wabup Ose.

Meski mendapatkan penjelasan dari Wabup Ose Luan, Marthen tetap menolak dengan tegas. Politisi Gerindra ini kembali bernada tinggi dan meminta agar pengeboran sumur dipindahkan dari kantor DPR.

“Saya tidak keberatan untuk membangun sumur bor, tapi saya minta, jangan di DPR. Saya kira secara teknis, sumur itu bisa dipindahkan di sekitar kelurahan Atambua. Asalkan jangan di DPR” tutup Marthen.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Boni Jehadin

 

 

Belu
Previous ArticleVideo: Keadaan Terkini di SDN Nanga Boleng
Next Article Germasi Desak Polisi Tersangkakan Bupati Mabar

Related Posts

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.