Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ruas Jalan ke Lawalutolus dan Duabesi Belu Memprihatinkan
Regional NTT

Ruas Jalan ke Lawalutolus dan Duabesi Belu Memprihatinkan

By Redaksi29 November 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jalan yang memprihatinkan (Foto: Marsel)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT– Kondisi ruas jalan dari Halilulik menuju desa Lawalutolus  kecamatan Tasifeto Barat dan Desa Duabesi kecamatan Nanaet Duabesi sangat memprihatinkan.

Untuk melewati jalan  yang panjangnya lebih dari tujuh kilo meter itu, pengendera harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan berlubang dan terdapat bongkahan batu besar yang tersebar sepanjang jalan.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com Selasa (27/11/2017), jalan sepanjang 500 meter di desa Duabesi harus ditumpuki batu pada bagian yang berlubang agar bisa dilalui kendaraan. Sedangkan sisanya masih berlubang.

Selain kondisi jalan yang memprihatinkan, terdapat dua sungai yang belum dibangun jembatan. Alhasil, ketika musim hujan warga sangat kesulitan untuk bepergian saat banjir.

“Kami kalau musim hujan dan banjir, kami tidak bisa jalan lagi karena harus tunggu sampai banjir reda” pungkas beberapa ibu yang ditemui VoxNtt.com.

Kepala Desa Lawalutolus, Maria Gaudensia Ut menuturkan bahwa terkait perbaikan kondisi jalan di Lawalutolus sudah pernah diusulkan ke Pemda kabupaten Belu. Namun hingga saat ini, belum ada upaya berbaikan jalan tersebut.

 “Sudah pernah diusul ke kabupaten namun hingga tahun 2017 belum ada jawaban. Menurut informasi, jalan ini baru akan dikerjakan pada  tahun 2018 mendatang”ujar Gaudensia.

Penulis: Marselinus Manek

Editor: Boni J

Belu
Previous ArticleMutu Pendidikan di Ende Berada pada Zona Merah
Next Article Makna Kaderisasi di PDIP Menurut Ray Fernandez

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.