Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»PLN Bajawa Diduga Tipu Masyarakat Nginamanu Barat
Regional NTT

PLN Bajawa Diduga Tipu Masyarakat Nginamanu Barat

By Redaksi20 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala PLN Cabang Bajawa, Mashuri
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Pembangkit Listrik Negera (PLN) Ranting Bajawa diduga telah menipu masyarakat di Desa Nginamanu Barat, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada.

Penipuan itu terutama terkait realisasi program pemasangan meteran listrik pada tahun 2016.

Pasalnya, PLN Bajawa pernah berjanji memasang jaringan listrik di Desa Nginamanu Barat, tetapi sampai saat ini tak kunjung direalisasikan.

“Kami masyarakat Desa Nginamanu Barat merasa ditipu oleh PLN Ranting Bajawa atas nama pegawai PLN Yohanes Gabha sejak tahun 2016,” kata Agustinus Lando, salah seorang warga dari desa itu kepada awak media di Bajawa, Selasa (19/12/2017).

Bulan November tahun 2016 Joni begitu dia biasa disapa, telah menerima uang dari masyarakat atas nama Zakarias Ndari dan Romanus Reke untuk pemasangan listrik. Namun Desember 2017 hampir berakhir, meteran listrik belum juga dipasang.

Agustinus yang akrap disapa Uslan itu mengatakan, masyarakat telah menghubungi pihak PLN Ranting Bajawa. Kabarnya, mereka berjanji akan melakukan pemasangan meteran listrik, tetapi sampai hari ini tak kunjung direalisasikan.

Uslan menegaskan, warga sudah berkali-kali menghubungi Yohanes Gabha pihak yang berjanji memasang meteran listrik dan telah menerima uang masyarakat, namun sampai saat ini tak ada tanda-tanda respon baik.

“Kami harap PLN Bajawa tidak diam-diam saja dengan kasus ini, karena bagaimana pun masyarakat sudah dirugikan dan ditipu. Karena itu kami minta supaya PLN bertanggung jawab,” tegasnya.

Korban janji palsu Yohanes Gabha, Romanus Reke mengatakan, pihak manajemen PLN Ranting Bajawa seharusnya serius menangani persoalan ini, bukan malah didiamkan saja.

“Kami warga masyarakat sudah pernah mengadu kepada pihak PLN Bajawa, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda tindak lanjut,” kata Romanus.

Sementara Manajer PLN Bajawa, Mashuri ketika dihubungi VoxNtt.com, Rabu (20/12/2017), mengatakan pihaknya telah memanggil Yohanes Gabha untuk segera memasang meteran itu.

“Saya sudah panggil Yohanes Gabha dan sementara proses,” ujarnya.

Dia meminta masyarakat Desa Nginamanu Barat untuk tetap bersabar.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Ngada
Previous ArticleRay Fernandes Bakal Hadiri Deklarasi VBL-YNS
Next Article Kepala SDN Lampatahbi Diduga Bohongi Tukang Bangunan

Related Posts

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026
Terkini

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026

Cakades Termuda di Pilkades Wewa, Yohanes Dedipati Usung Desa MAJU

8 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.