Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»BKH Pertanyakan Rencana Pembangunan Waduk Lambo Pada Bupati Nagekeo
HEADLINE

BKH Pertanyakan Rencana Pembangunan Waduk Lambo Pada Bupati Nagekeo

By Redaksi7 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNtt.com- Masa reses wakil ketua komisi III DPR, Benny K. Harman melakukan kunjungan di desa Rendu Butowe, Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Minggu, (6/10).

Pada kesempatan itu, kepada Benny  K. Harman (BKH) disampaikan keluhan warga terkait rencana pembangunan waduk Lambo yang dinilai merugikan masyarakat setempat. Dikatakan warga, mereka terancam kehilangan 400 Ha lahan pertanian jika waduk ini dibangun di tanah tersebut.

BACA: Kehidupan 5000-an Warga Lambo Terancam

Aspirasi itu langsung disampaikan Benny kepada bupati Nagekeo, Elias Djo paska pulang dari Desa Butowe.

“Saya baru pulang dari Desa Rendu Butowe. Masyarakat di sana sudah cukup ekstrim. Mereka menolak rencana pembangunan waduk Lambo dan tidak akan menerima apapun bentuk kompensasi yang akan diberikan oleh pemerintah daerah. Apa sebetulnya yang terjadi?” tanya Benny kepada Bupati Djo di rumah jabatan bupati di Mbay.

Bupati Djo kepada BKH menjelaskan bahwa pemda sedang melakukan survey lokasi.

“Kami sedang survey. Survei ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya sudah pernah dilakukan, namun hasilnya belum memuaskan semua pihak. Masih ada pro kontra terhadap Waduk Lambo ini”, ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Bupati Djo, pemda Nagekeo akan terus melakukan survey. Saat melakukan survey ini masyarakat diharapkan agar  tidak menghadang pemda.

“Survei ini dilakukan agar pemda dapat mereview besaran lokasi dan manfaat baik positif maupun negatif”, ujar alumnus FIA Brawijaya Malang ini.

Menurutnya, jika berdasarkan survey, lokasi 400 ha yang akan menelan biaya sekitar 1,8 triliun terlalu besar, maka akan dikurangi. Demikian pula dengan manfaatnya.

“Jika manfaat negatif lebih banyak daripada manfaat positifnya tentu saya sebagai bupati akan melihat ulang rencana pembangunan waduk Lambo ini”. (Kontributor: Rikar/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleBerdayakan Masyarakat Desa, Mahasiswa FISIP UNWIRA Turun KKBM di Flotim
Next Article Ini Penjelasan Bupati Nagekeo Terkait Polemik Waduk Lambo

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

STEAMS Membangun Murid Berpikir Bijaksana

25 Juli 2026

Kompak Indonesia Minta Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Diusut hingga Aktor Utama

24 Juli 2026

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.