Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Belum Satu Bulan, Jembatan di SDN Dhawe Dhori Sudah Rusak
NTT NEWS

Belum Satu Bulan, Jembatan di SDN Dhawe Dhori Sudah Rusak

By Redaksi2 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jembatan yang baru dibangun menuju SDN Dhawe Dhori tampak sudah retak (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Proyek peningkat jalan dan jembatan perdesaan menuju ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dhawe Dhori, Kelurahan Dhawe, Kecamatan Eesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo diduga dikerjakan asal jadi.

Pasalnya, belum berumur satu bulan jembatan di jalan itu sudah rusak. Terpantau pada Selasa, 02 Januari 2018, di beberapa titik tampak sudah retak.

Tak hanya jembatan, jalan lapen juga sudah mulai rusak. Di beberapa titik tampak aspal sudah pecah-pecah dan terkikis air hujan.

Data yang dihimpun VoxNtt.com, proyek tersebut dikerjakan oleh CV Libers pada akhir 2017 lalu dengan menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 99.789.000.

Frans, salah satu warga yang ditemui VoxNtt.com di lokasi mengatakan, jalan dan jembatan itu dikerjakan tahun 2017.

Aspal jalan yang baru dibangun menuju SDN Dhawe Dhori tampak sudah rusak (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)

“Kalau tidak salah jalan ‎ini baru selesai dikerja pada Bulan 12 tahun 2017,” katanya.

Melihat kondisi kerusakan itu, Frans meminta rekanan proyek segera melakukan perbaikan. Sebab, jalan tersebut dimenfaatkan oleh anak-anak sekolah.

“Jangan sampai anak-anak sekolah saat melintasi jembatan rubuh bisa-bisa makan korban jiwa,” tukas dia.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas PUPR kabupaten Nagekeo, Sharif belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi, teleponnya sedang tidak aktif.

 
Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleHilang di Perairan Cepi Watu, Warga Desa Nanga Labang Belum Ditemukan
Next Article Perkuat Persaudaraan, Flobamora Padang Rayakan Natal dan Tahun Baru Bersama

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.