Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sekretaris Disbudpar TTU: Dana Kegiatan Wonderful Indonesia Dikelola EO
Regional NTT

Sekretaris Disbudpar TTU: Dana Kegiatan Wonderful Indonesia Dikelola EO

By Redaksi7 Januari 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten TTU, Yohanes Sanak. (Foto: Eman Tabean)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Menanggapi pernyataan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Timor Tengah Uatara (TTU), Agustinus Kaesnube yang menyasar Skretaris Disbudpar, Yohanes Sanak dan dimuat media ini sebelumnya terkait kegiatan Wonderful Indonesia, menyampaikan dana dikelola langsung oleh event organizer (EO).

EO kata Sanak, ditunjuk langsung atau mengikuti pelelangan di Kementerian Pariwisata. Sehingga dalam pelaksanaannya, pembayaran untuk semua kebutuhan selama kegiatan dilakukan langsung oleh EO yang bersangkutan.

“Memang betul kita yang ajukan proposal, nanti kalau Kementerian sudah setujui, mau kegiatan yang mana baru mereka lakukan penunjukan langsung ataupun lelang untuk tentukan EO untuk kegiatan tersebut. Dan kita yang di sini pun hanya bentuk panitia kecil, untuk membantu pelaksanaan kegiatan saja,” jelas Sanak saat ditemui VoxNtt.com di kediamannya di Maslete, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, Sabtu (06/01/2018).

Lanjut Sanak, panitia local hanya memfasilitasi saja tetapi berkaitan dengan keuangan itu urusan EO. “Kita panitia yang ada di sini hanya fasilitasi saja. Contohnya untuk sewa kursi atau tenda, siapa yang punya, nanti EO datang, selesai kegiatan baru mereka yang langsung bayar sendiri. Jadi uangnya tidak diserahkan lagi ke kita, tapi langsung ke pemilik kursi atau tenda yang kita sewa. Makanya mereka, (EO) itu datang sini bisa 4-5 hari baru pulang,” tegasnya.

Sanak menyesalkan pernyataan sang Kadis yang mengaku tidak ada koordinasi dalam pelaksanaan beberapa kegiatan tersebut.

Baca: Ini Alasan Kadisbudpar TTU Adukan Sekretarisnya Sendiri ke Bupati

Menurutnya, sebagai bawahan yang baik, dirinya selalu melaporkan maupun berkoordinasi semua hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan kepada atasannya tersebut.

Sperti saat pelaksanaan konser, dengan bintang tamu, Mario G.Klau di Wini, Sang Kadis hadir di sana sementara dirinya (Sanak) tidak.

“Pertanyaannya kalau tidak koordinasi, lalu koq beliau (Kadis) bisa hadir saat konser Mario Klau di Wini? Malah saat itu saya yang tidak ada, karena ikut kegiatan lain. Ini jadi tanda tanya besar buat saya, ada apa sebenarnya? sesalnya.

Terkait pelaksanaan rapat antara pihaknya dan EO yang dilakukan di tempat pertemuan miliknya, Sanak mengaku, hal tersebut terjadi lantaran EO datang pada hari sabtu, di saat semua kantor libur.

Dan menurut dia, itu juga dilaporkannya kepada sang Kadis untuk bersama-sama mengikuti rapat dengan EO. Namun saat dihubungi, Kadis beralasan sementara mengikuti acara adat di kampungnya, sehingga menyerahkan sepenuhnya kepadanya untuk melaksanakan rapat tersebut.

“EO datang dengan hari Sabtu sore yang pas kantor libur. Saya sudah laporkan itu ke Pak Kadis tapi beliau katanya ada ikut acara adat di Manufui, makanya minta saya lanjut saja untuk rapat dengan EO,” jelas Sanak.

Dia juga menyampaikan, rapat dilaksanakan di rumahnya, selain karena hari libur, juga karena para EO meminta untuk difasilitasi makan makanan lokal setempat.

“Soal tempat itu, selain karena kantor pas libur, mereka juga minta untuk disiapkan makan makanan lokal. Makanya saya ajak ke tempat saya, karena bisa ada adik yang bantu masak makanan lokal sesuai permintaan mereka. Tempat pertemuan maupun semua yang kita siapkan untuk pertemuan dimaksud gratis, karena memang kita berpikir untuk semakin menarik minat orang luar untuk buat kegiatan di daerah kita, agar perputaran uang juga semakin besar,” tandasnya.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni Jehadin

 

TTU
Previous ArticleIni Penjelasan Ketua DPC Gerindra Sikka Terkait Kecenderungan Koalisi dengan PDIP
Next Article Cerpen: Catatan Hati

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.