Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Ini Penjelasan Ketua DPC Gerindra Sikka Terkait Kecenderungan Koalisi dengan PDIP
Pilkada

Ini Penjelasan Ketua DPC Gerindra Sikka Terkait Kecenderungan Koalisi dengan PDIP

By Redaksi7 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gambar poster pasangan Alex-Stef yang beredar di media sosial (Foto: istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Waktu pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Sikka tinggal sebentar lagi.

Terkait SK Gerindra, Ketua DPC Gerindra Sikka, Marsel Litong menjelaskan untuk Pilkada Sikka 2018, Gerindra cenderung mengusung pasangan Alex Longginus dan Stef Say.

Artinya, Gerindra bakal berkoalisi dengan PDIP.

“Saat ini sedang diperjuangkan di pusat. Ibarat gayung bersambut kebetulan PDIP juga sedang mengalami hal yang sama seperti Gerindra,” terang Marsel kepada VoxNtt.com di Kantor DPC Gerindra, di Cemara, Maumere, Kamis (04/01/2018).

Ada dua hal yang bisa dijadikan alasan. Pertama, belum ada kepastian terkait koalisi yang ditugaskan partai kepada masing-masing kader yang mencalonkan diri.

Pasangan Itho Marviandi-Petrus Jelalu belum memastikan dukungan koalisi, demikian juga pasangan Nong Susar-Firmina Sedo baru mengantongi rekomendasi Tim Desk Pilkada DPP PAN.

Sementara itu, pasangan Stef Say-Caesar Bara Bheri juga tidak bisa memastikan koalisi dengan PKB.

“Karena itu diserahkan ke DPP dalam hal ini Pak Pius untuk mengambil alih proses,” terangnya.

Alasan lainnya adalah elektabilitas figur yang diusung Gerindra baik perseorangan maupun berpasangan yang dinilai tidak cukup dominan.

“Hasil survei LSI baik oleh Golkar maupun Gerindra itu pertama Ansar Reda, lalu Alex Longginus, disusul Robi Idong sedangkan Stef Say dan Paulus Nong Susar ada di urutan berikutnya,” tambah Marsel.

Oleh karenanya, akan sulit bagi Gerindra untuk mengusung bakal calonnya sendiri.

Rupayanya, kondisi yang sama sedang terjadi di PDIP.

“Rencana PDIP berkoalisi dengan Hanura juga tidak jadi sehingga komunikasi antara Pak Pius dan Pak Andreas Hugo Parera terjadi dengan mengusulkan mengusung pasangan Alex-Stef,” tegasnya.

 

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleLongsor di Kalamada, Arus Lalin Ruteng-Labuan Bajo Terhenti
Next Article Sekretaris Disbudpar TTU: Dana Kegiatan Wonderful Indonesia Dikelola EO

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.