Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Manek Tewas Ditikam di Depan Rumah Jabatan Bupati Belu
HEADLINE

Manek Tewas Ditikam di Depan Rumah Jabatan Bupati Belu

By Redaksi23 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Korban saat berada di Kamar Jenazah RSUD Atambua. (Foto: Marcel Manek)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua,Vox NTT- Megilius Manek, Pemuda asal RT 5, Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu tewas ditikam oleh sekelompok orang tak dikenal di depan rumah jabatan Bupati Belu, Senin, (22/1/2018) sore kemarin .

Korban sempat dilarikan warga sekitar ke Rumah Sakit, namun nyawa korban tidak tertolong akibat pendarahan hebat usai mendapat tusukan di dada.

Kejadian naas ini bermula saat korban disuruh ibunya, Maria Nesi untuk mengambil makanan babi di pasar. Setelah mengambil makanan babi, korban tidak langsung menuju rumah.

Dengan sepeda motor, bersama temannya, Mikhael Seran, korban melintasi Jalan Gajah Madah, di depan rumah jabatan Bupati Belu.

Di situ, korban dihadang oleh beberapa oknum tak dikenal, mereka mengendarai motor dengan wajah bertopeng.

Saat melakukan penghadangan, salah seorang pelaku menendang teman korban, hingga terjatuh dari motor. Di saat bersamaan, pelaku lainnya menikam korban tepat di bawah dada.

Melihat korban terkapar tak berdaya, para pelaku langsung melarikan diri. Sementara teman korban, saat itu berusaha menyelamatkan diri.

Tak lama berselang, masyarakat pun mulai banyak bermunculan. Atas inisiatif masyarakat, korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

Sayangnya, setiba di Ruang UGD RSUD Atambua, nyawa korban pun tak dapat tertolong. Ditemui di halaman RSUD Atambua, ibu kandung korban mengisahkan bahwa beberapa hari terakhir, korban sempat mendapat telepon untuk keluar rumah di malam hari.

Namun, ibu korban melarang korban untuk tidak keluar rumah. Ibu korban takut, jangan sampai sesuatu terjadi dengan korban. Apalagi, korban baru sebulan lalu pulang dari rantauan, tanah Papua.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih berada di ruang jenasah RSUD Atambua. Terpisah, Kasat Reskrim Polres Belu yang dikonfirmasi VoxNtt.com belum memberikan respon.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Boni Jehadin

Belu
Previous ArticleBan Meledak, Avansa Masuk Kebun
Next Article Di Ruteng, BKH Ungkap Motivasi dan Niatnya Membangun NTT

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.