Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Victor Laiskodat Prihatin Bangunan Betonisasi di Kelimutu
NTT NEWS

Victor Laiskodat Prihatin Bangunan Betonisasi di Kelimutu

By Redaksi29 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penampakan kawasan Danau Kelimutu Ende, Flores yang sudah disentuh dengan bangunan semenisasi (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Bakal calon Gubernur NTT, Victor B. Laiskodat turut prihatin kondisi kawasan pariwisata Danau Kelimutu dengan pembangunan yang bersifat betonisasi.

Menurut Victor, hal tersebut sudah menghilangkan nilai-nilai alam yang terkandung di kawasan danau tiga warna itu.

Keprihatinan dia seiring dengan perencanaan program bidang pariwisata yang dicanangkan olehnya bersama Yosep Nai Soi pasangan Cagub NTT.

“Hasil research saya bahwa benar ada bangunan beton. Mestinya tidak dibolehkan. Nanti bupati bersama saya ke Jakarta dan kita bicarakan,” ujar Victor dalam acara deklarasi Victor-Jos (Victor Bungtilu Laiskodat-Yosep A. Nai Soi) di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende, NTT pada Senin (29/01/2018).

Ia menyatakan, pariwisata alam mesti tidak dibangun dengan bangunan jenis apapun. Sebab, menurut dia akan merusak lingkungan alam.

Sementara soal perencanaan pada bidang pariwisata, kata Victor, harus didukung dengan riset secara ilmiah. Salah satu yang disebut dia adalah karakter wisatawan.

“Saya mau sampaikan bahwa sebanyak 13 miliar orang jalan-jalan (berwisata, red) di dunia ini. 3 miliar orang jalan-jalan ke Indonesia. Kita butuh cukup 3 juta orang yang masuk di NTT. Nah, itu kita sudah sangat bersyukur,”ujar dia.

Untuk itu, ia berharap agar Pemerintah Kabupaten dan elemen masyarakat serta pelaku pariwisata untuk tetap menjaga keindahan alam di NTT. Menurut dia, hal ini menjadi keuntungan bagi NTT pada bidang pariwisata.

“(Kelimutu) harus kembali ke alam. Kita membiarkan keindahan itu terhadap orang lain. Tidak boleh ada bangunan beton,”kata Victor.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleBupati Tote: Jangan Gunakan Dana Jaminan Sertifikat Tanah untuk Ambil Istri Muda
Next Article Orang Muda Kota Reo Bergerak untuk Kemajuan Ekonomi Kreatif

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.