Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kondisi Gedung Perpustakaan Daerah TTU Memprihatinkan
Regional NTT

Kondisi Gedung Perpustakaan Daerah TTU Memprihatinkan

By Redaksi30 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis kearsipan dan perpustakaan kabupaten TTU, Petrus Nahak. (Foto: Eman Tabean)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT– Kondisi gedung Perpustakaan Daerah, Kabupaten TTU saat ini sangat memprihatinkan.

Pantaun VoxNtt.com, Selasa (30/01/2018), seng dan pelafon beberapa ruangan di gedung yang juga dijadikan sebagai Kantor Dinas Kearsipan dan Pesputakaan tersebut, mulai rubuh.

Akibatnya, dikala hujang, airnya masuk ke dalam ruangan melalui celah plafon dan atap yang rubuh tersebut sehingga menggenangi ruangan, penyimpan buku dan ruang baca tersebut.

Kondisi tersebut, membuat para pengunjung merasa kurang nyaman, sehingga memilih untuk pindah ke tempat yang tidak terkena rembesan air hujan.


Plafon di perpustakaan daerah kabupaten yang sudah mulai jebol. (Foto: Eman Tabean)

Selain plafon, di beberapa bagian tembok gedung yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari kantor Bupati TTU tersebut, sudah mulai retak.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah, Petrus Nahak, saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjany, membenarkan kondisi gedung yang sudah rusak di beberapa bagian tersebut.

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena usia gedung yang sudah tua oleh karena dibangun sejak lama.

“Ini gedung sudah lama. Jadi, kerusakan begitu pasti ada saja, biasa pas hujan begini air merembes masuk. Jadi, kita geser rak buku dan juga yang baca kita minta pindah biar aman,”jelas Petrus.

Ia menambahkan, sejak beberapa waktu lalu pihaknya sudah berupaya mengajukan permohonan dana ke pemerintah daerah (Pemda), untuk dilakukan renovasi. Namun, hingga saat ini belum direalisasi.

Sebagai jalan keluarnya, kata petrus, ia saat ini sementara berupaya mengajukan permohonan langsung ke pemerintah pusat agar bisa mendapat bantuan dana, sehingaa bisa merenovasi  ataupun membangun gedung baru.

“Ini termasuk renovasi berat. Jadi, saya hitung butuh dana sekitar Rp 200-Rp 300 juta, untuk biaya renovasi saja. Saya ada coba lobi langsung ke pusat, dan mudah-mudahan saja bisa dikabulkan,” jelas Petrus, yang mengaku baru dua minggu menduduki jabatan tersebut.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni Jehadin

TTU
Previous ArticlePersiapan Deklarasi, Paket Harmoni Bertemu 500 Orang Relawan di TTS
Next Article Pemda TTU Alokasikan Rp 70 juta untuk Budidaya Ikan Air Tawar

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.