Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Derita ke Desa Alorawe Boawae
HEADLINE

Derita ke Desa Alorawe Boawae

By Redaksi20 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lokasi jembatan penghubung Desa Dhereisa dan Desa Alorawe, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo yang rencananya akan dikerjakan tahun 2018
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Jika Anda bertandang ke Desa Alorawe, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo pasti menyaksikan kisah pilu.

Betapa tidak, sudah puluhan tahun lamanya jembatan penghubung Desa Alorawe dan Desa Dhereisa belum dibangun oleh pemerintah.

Warga yang hendak ke Kota Mbay maupun ke Pasar Boawae dan sekitarnya terpaksa harus berjalan kaki melintasi Kali Aesesa yang lebarnya kurang lebih 100 meter kedalaman air sekitar dua meter.

“Kami sudah puluhan tahun sudah biasa melintasi kali ini. Karena kali ini jalan satu-satunya kami lewati. Mau silih tidak bisa. Kalau banjir pasti kami tidak bisa lewat,” kata Adrianus Aku, seorang warga Desa saat ditemui di Desa Alorawe, Selasa (20/02/2018).

Adrianus mengatakan, sebanyak 469 lebih‎ penduduk tinggal di Desa Alorawe.

“Sampai saat ini belum ada korban jiwa. Hanya nyaris arus bawah. Namun bisa tertolong oleh warga setempat,” ujarnya.

Dia mengaku, warga kesulitan melintasi Kali Aesesa saat memasuki musim hujan.

“Masuk musim hujan kita tidak bisa jalankan pasar untuk jual hasil komoditi kita. Karena banjir. Kalau banjir kita tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Adrianus.

Menurutnya apabila jembatan penghubung dua desa tersebut dibangun, pasti akses transportasi bakal lancar. Perekonomian masyarakat pun bisa dipastikan meningkat.

“Olehnya kami minta Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat, ‎bisa membangun jembatan di Kali Aesesa. Sehingga kami bisa muat hasil komoditi kami,” pintah Adrianus.

Disaksikan VoxNtt.com, Selasa (20/2/2018), warga yang hendak melintasi di Kali Aesesa menuju Kampung Alorawe maupun sebaliknya pasti menyiapkan pakaian ganti. Hal itu karena harus melewati air kali yang dalam dan pakaian tentu saja basah.

Sementara warga yang menggunakan kendaraan roda dua, ada yang memarkir di sebelah kali. Ada pula yang bergotong-royong memikul sepeda motor mereka untuk menyebrangi Kali Aesesa munuju Desa Alorawe maupun sebaliknya.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleMerpati Akan Tata Kualitas Pendidikan di Matim
Next Article Pasca Banjir, Dinas PUPR Ende Normalisasi Sungai Nangapanda

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.