Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Mengintip Keharmonisan Kampung Kojanana Ende
HEADLINE

Mengintip Keharmonisan Kampung Kojanana Ende

By Redaksi22 Februari 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tampak ibu-ibu dari masing-masing agama berbaur dalam acara menyambut calon Bupati Ende dari pasangan Marsel-Djafar (Foto : Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT- Keharmonisan sangat terasa di sebuah kampung kecil di wilayah Selatan, Kabupaten Ende, NTT. Meski menganut dua aliran agama yang berbeda, namun desa yang berpenduduk sekitar 50 kepala keluarga ini dapat hidup rukun berdampingan.

Dalam kehidupan setiap hari, mereka tampak akur dan rukun. Tidak ada gesekan dan saling menghormati. Toleransi antar umat beragama pun sangat terjaga baik.

Kampung itu bernama Kojanana, Desa Ratemangga di wilayah Kecamatan Ndori. Kampung ini persis berada di wilayah Selatan Pulau Flores.

Selain panorama yang masih asli, penduduk yang ada di kampung balik bukit itu menganut dua agama yang berbeda yakni Katolik dan Islam. Sementara secara adat istiadat, kedua penganut ini masih satu kesatuan warisan dari leluhur.

Hal ini ditandai dengan rumah adat yang berdiri tegak di antara Mushola dan Kapela.

Dari catatan desa yang dihimpun Voxntt.com, ada sekitar 30 kepala keluarga penganut agama Katolik dan 20 kepala keluarga penganut Islam.

Menariknya, mereka dapat hidup rukun dan nyaman meski berbeda keyakinan dan agama. Bahkan pada beberapa kegiatan desa atau seremonial adat, mereka berbaur menjadi satu dan bekerja sama.

Kerukunan tersebut dapat terlihat dari aktivitas warga setiap hari. Tampak jelas saat mereka menyambut rombongan calon bupati Kabupaten Ende dari pasangan Marselinus Y. W. Petu dan H. Djafar Haji Achmad beberapa waktu lalu.

Begitu pula saat kegiatan sosial kemasyarakatan seperti membangun Mushola dan Kapela. Kedua penganut agama ini justru saling bergotong royong.

Pemuka agama Islam, Imam Abdulah Mbula mengaku bahwa, kegiatan membangun Mushola juga melibatkan umat Katolik. Tradisi ini, menurut Abdulah sudah berlaku secara turun temurun.

Umat Islam juga turut terlibat pembangunan Kapela di wilayah tersebut. Bahkan, keduanya  saling menyumbang material untuk membangun tempat ibadah.

“Kalau gotong royong sudah biasa terjadi di sini. Ini kami lagi bangun Mushola, dan umat Katolik juga memberi sumbangan. Kami sangat damai di sini,”ungkap Imam Abdullah.

Hal serupa juga diungkapkan, Kepala Desa Ratemangga, Herman Laka. Kehidupan harmonis, rukun, toleransi dan gotong royong, kata dia, sudah diletak sejak nenek moyang.

Ia mengaku, masyarakat yang bermukim di kampung Kojanana adalah keluarga yang berasal dari keturunan yang sama. Sehingga warga sudah paham dan saling mengerti.

“(Toleransi) memang sudah sejak dari dulu nenek moyang. Yah, karena semua masih keluarga. Jadi, semua damai,”katanya.

Simbol toleransi, jelas dia, juga terjadi pada setiap hari kebesaran agama. Masing-masing saling menghormati dan selalu bersilaturahmi.

Begitupun dalam upacara adat Lio, warga selalu merayakan secara bersama-sama.

“Yah, sudah terjadi setiap tahun. Kehidupan di sini selalu berdampingan. Jadi, kampung ini seperti miniatur Indonesia,”ucap Herman.

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan K

Ende
Previous ArticleJalan Menuju Desa Alorawe Rusak Berat
Next Article Puluhan Rumah di Kefamenanu Terancam Longsor

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.