Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Bangun Sektor Pertanian, BKH Siapkan Kartu Petani Sejahtera
NTT NEWS

Bangun Sektor Pertanian, BKH Siapkan Kartu Petani Sejahtera

By Redaksi21 Maret 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penerimaan BKH bersama rombongan di Gendang Wontong (Foto: Boni J)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Pasangan Calon Gubernur dan wakil gubernur NTT Periode 2018-2023, Benny K. Harman dan Benny A. Litelnoni bertekad memerangi kemiskinan dengan memajukan sektor pertanian NTT.

Menurut BKH, data menunjukan hampir 80% masyarakat NTT berprofesi sebagai petani. Namun selama ini petani NTT belum mendapatkan perhatian yang cukup serius dari pemerintah. Padahal, kata dia, untuk memajukan bangsa maka majukan dulu petaninya.

Tiga Sektor Pembangunan

Data terkait profesi petani NTT membuktikan bahwa bidang Pertanian, Perkebunan dan Peternakan di NTT sangat potensial dan menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan rakyat.

BKH di Gendang Wontong

Tiga sektor ini akan mampu membawa NTT keluar dari kelompok daerah tertinggal dan terbelakang sebagaimana yang ditetapkan Presiden Jokowi sebagai daerah termisikin bersama Papua dan Maluku.

Mengingat pentingnya hal ini, dalam kampanye dialogis bersama masyarakat di Desa Loha, Rego, Wontong Raya, Wajur, Waning dan Nantal Kabupaten Manggarai Barat, BKH  bertekad akan menjadikan daerah Boleng, Pacar, Macang Pacar, Kuwus dan Ndoso sebagai sentrakl ekonomi demi menopang Labuan Bajo sebagai daerah pariwisata dunia.

Wilayah Kecamatan Boleng sampai Ndoso, kata BKH, mempunyai potensi pertanian dan perkebunan yang cukup mumpuni guna memenuhi kebutuhan pariwisata di Labuan Bajo, seperti sayuran, bumbu dan buah-buahan. Komoditi ini nanti akan dipasarkan ke hotel-hotel dan restoran.

“Misalnya cabe, buah dan kebutuhan lain di daerah Pariwisata seperti Labuan Bajo akan kita pasok dari sini” katanya di hadapan masyarakat Loha, Rabu (21/03/2018).

Namun untuk menjawab mimpi tersebut, lanjut BKH, pembenahan infrastruktur di jalur Labuan Bajo sampai Ndoso dan Golowelu sampai Labuan Bajo harus menjadi perioritas pemerintah. Tujuannya agar mobilitas barang dan jasa dari beberapa daerah itu berjalan dengan lancar.

Selain jalan, irigasi dan jaringan telekomunikasi juga akan dibangun utk memajukan tiga sektor tersebut.

“Untuk memajukan ekonomi bangsa, majukan petani dulu,” tegas BKH.

Dia menambahkan, Pertanian, Perkebunan dan Peternakan adalah tiga tungku pembangunan ekonomi bangsa maupun daerah.

Karena itu tegas BKH, petani harus menjadi salah satu perhatian prioritas pemerintah jika paket Harmoni menang.

Kartu Petani Sejahtera

Selain pembenahan infrastruktur untuk memperlancar mobilitas barang dan jasa, pasangan dengan tagline Harmoni ini juga berjanji akan menyiapkan Kartu Petani Sejahtera untuk para petani NTT yang bertekad membangun usaha di bidang Pertanian, perkebunan dan perternakan.

Kartu ini akan digunakan untuk memudahkan petani mendapatkan bantuan subsidi pupuk, bibit dan bantuan modal usaha.

“Saya akan ajak semua petani untuk bersatu, membangun perekonomian daerah. Kita akan siapkan kartu petani sejahtera untuk memudahkan petani untuk mengakses bantuan dari pemerintah. Mau pupuk, bibit, kita siapkan,” jelasnya.

Tak cuma itu, dia juga berjanji akan memberikan bantuan pendampingan terhadap para petani tersebut dengan mengangkat tenaga profesional yang akan direkrut menjadi pegawai penyuluhan lapangan (PPL).

“Dengan demikian petani kita akan lebih profesional dan hasil pertaniannya dapat menjadi barang komoditi yang berkualitas dan laku di pasaran,” jelas BKH.

 

Penulis: Boni J

Kota Kupang
Previous ArticleBelum Setahun Aspal Jalan Warat-Nceang Sudah Rusak Parah
Next Article Seorang Pria Tewas Gantung Diri di Kisol Matim

Related Posts

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.