Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Harga Cabai di Sikka Makin Pedis
Ekbis

Harga Cabai di Sikka Makin Pedis

By Redaksi9 April 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pedagang Pasar Tingkat Maumere, Iki Yusuf di lapak dagangannya. (Foto: Are de Peskim/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Harga cabai di Sikka belakangan ini terasa makin pedis. Pantauan VoxNtt.com di 2 dua pasar utama Kota Maumere yakni, Pasar Alok dan Pasar Tingkat menunjukkan kecenderungan peningkatan harga cabai.

Sampai dengan Senin (9/4/2018) harga cabai keriting dan cabai rawit berkisar antara Rp 70.000 sampai Rp 80.000 per kg.

Salah satu pedagang di Pasar Tingkat Maumere, Iki Yusuf menerangkan kenaikan harga tersebut terjadi sejak Maret 2018. Sebelumnya harga cabai berkisar antara Rp 40.000 sampai Rp 50.000.

“Bulan Januari dan Februari itu masih lebih murah,” terangnya.

Informasi yang diperoleh VoxNtt.com dari sejumlah pedagang lain diduga kenaikan harga tersebut terjadi pada level pedagang besar.

Diduga berkurangnya pasokan dari petani menjadi penyebab naiknya harga cabai.

Di sisi lain, permintaan pasar atau pembelian cabai oleh konsumen tidak menurun.

“Setiap hari orang beli seperti biasa. Kami pengecer tetap jual dengan harga sama yakni Rp 8000-Rp 10.000 per gelas tetapi ukurannya berubah,” terangnya.

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleHPI Mabar Kecam Oknum yang Memancing Binatang Komodo
Next Article Pelayanan Listrik Dinilai Buruk, Warga Minta Kepala PLN Mbay Diganti

Related Posts

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026
Terkini

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026

Cakades Termuda di Pilkades Wewa, Yohanes Dedipati Usung Desa MAJU

8 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.