Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Dituding Tukang Santet, Seorang Kakek di TTU Dianiaya hingga Tewas
HEADLINE

Dituding Tukang Santet, Seorang Kakek di TTU Dianiaya hingga Tewas

By Redaksi14 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Korban WS yang tewas bersimbah darah
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Nasib sial menimpa WS (76 tahun). Warga Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU itu tewas setelah dianiaya oleh SB (42) pada Sabtu, 14 April 2018 sekitar pukul 07.45 Wita.

Sebelum membunuh, SB menuding korban WS sebagai tukang santet.

Korban yang masih berstatus paman kandung dari terduga pelaku tewas setelah dianiaya dengan cara dipukul menggunakan batu secara berulang kali di bagian kepala.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, menyebutkan, Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 Wita, terduga pelaku berada di kios milik salah seorang saksi berinisial OAE. Ia sedang menunggu mobil untuk memuat kelapa miliknya yang akan dijual kepada pengumpul.

Sekitar pukul 07.40 Wita, terduga pelaku didatangi oleh saksi lainnya berinisial MB yang merupakan adik kandungnya.

Kepada terduga pelaku, saksi MB mengatakan korban WS saat itu berada di rumah SB.

Mendengar informasi MB tersebut, SB yang selama ini menduga jatuh sakit lantaran disantet oleh korban WS langsung kembali ke rumahnya.

Setiba di rumah, SB mendapati korban WS. Sempat terjadi pertengkaran antar keduanya.

Dalam pertengkaran tersebut, SB yang sudah naik pitam memukuli korban hingga terjatuh di tanah.

Melihat korban WS sudah terjatuh, SB kemudian langsung memungut batu yang berada di dekatnya.

Ia kemudian memukul korban pada bagian kepala berulang kali hingga akhirnya WS tewas bersimbah darah.

Mengetahui korban sudah tewas, terduga pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Biboki Selatan.

Kepala Desa Supun, Marselus Tani saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan adanya kasus pembunuhan itu.

Tani mengaku tidak mengetahui persis kronologi peristiwa yang mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut.

“Saya tidak tahu persis kasusnya bagaimana, tapi memang betul ada kasus pembunuhan di saya punya wilayah, pelaku itu statusnya ponakan kandung dari korban,” tutur Kades Tani.

Dia menambahkan saat ini korban sudah disemayamkan di rumah duka setelah sebelumnya sempat dibawa ke RSUD TTU.

Tani mengaku, setelah kejadian hingga kini kondisi di wilayahnya tetap kondusif dan tidak ada tanda-tanda adanya aksi balasan atau tindakan apapun dari pihak keluarga korban.

“Situasi di kampung sini aman saja, keluarga korban juga tidak ada reaksi apa-apa karena memang selama ini juga hubungan korban dengan keluarga yang lain juga kurang harmonis,” tutur Kades Tani.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticlePaket Nera Janji Akan Naikan Gaji Guru Swasta Sesuai UMR
Next Article Terkait Human Trafficking di Matim, Polisi Diminta Jangan “Main Mata” dengan Pemda

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

NasDem Peduli, Tetap Membantu Meski Ikut Terdampak

16 Agustus 2026

158 Rumah di Kecamatan Welak Rusak Berat Akibat Gempa

15 Agustus 2026

Pengungsi Mandiri di Pesisir Utara Nagekeo Terlantar, Kekurangan Air dan Logistik

15 Agustus 2026

Keuskupan Ruteng Imbau Misa Minggu Digelar di Tempat Aman Pascagempa

15 Agustus 2026

Pemprov NTT Fokus Evakuasi dan Selamatkan Korban Gempa Flores

15 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.