Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Di Satarmese Barat, Siswi Kelas 3 SD Jadi Korban Pelecehan Seksual Mantan Kepsek
HEADLINE

Di Satarmese Barat, Siswi Kelas 3 SD Jadi Korban Pelecehan Seksual Mantan Kepsek

By Redaksi21 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Nasib naas menimpa FU Siswi Sekolah Dasar di SDI Wae Cepang, Desa Terong Kecamatan Satarmese Barat. Siswi kelas 3 SD ini menjadi sasaran pelampiasan nafsu dari salah seorang gurunya yang berinsial SS pada Kamis (10/11) pekan lalu.

Tindakan tak terpuji dari SS yang juga mantan Kepala Sekolah pada sekolah tersebut dibenarkan oleh Kepala Sekolah SDI Wae Cepang, Raimundus Surum.

Surum yang dikonfirmasi Vox NTT senin (21/11) membenarkan kejadian amoral itu terjadi pada salah seorang siswanya.

Sebagai kepala sekolah, dia mengaku sangat terkejut  karena tidak  menyangka kejadian ini terjadi di sekolahnya.

“Kami semua kaget  tidak pernah menyangka kejadian ini bisa terjadi, keluarga sudah lapor ke Polisi dan kami serahkan ini pada proses hukum karena keluarga korban lakukan,” ujar Surum singkat lalu mematikan  telepon.

Dihubungi terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas PPO Kecamatan Satarmese Barat, Maksi Mansen kepada Vox NTT mengaku telah mengunjungi SDI Wae Cepang setelah kejadian itu.

Menurut Mansen, kunjungan tersebut melibatkan tokoh agama dan Camat Satarmese Barat atas undangan keluarga pelaku dan korban  yang ingin masalah ini dimediasi.

“Sudah ada mediasi antara pihak keluarga pelaku dan korban, kami bersama pak camat dan Kades serta Romo pastor paroki hanya menjadi saksi dari mediasi ini” ujar Mansen kepada Vox NTT, Senin (21/11).

Proses mediasi ini kata dia, hanya untuk memenuhi permintaan adat Manggarai karena proses hukum tetap berlanjut di Kepolisian.

“Yang kami saksikan memang mediasi ini hanya untuk memenuhi permintaan adat Manggarai, soal proses hukum yang kami tahu masih bergulir, itu yang kami dengar dari mereka,” katanya.

Meski demikian, Sebagai Kepala UPTD yang membawahi sekolah-sekolah di Kecamatan Satarmese Barat dirinya sangat menyayangkan kejadian ini terjadi di wilayah kerjanya.

“Kejadian ini sangat memprihatinkan, tentu kejadian seperti ini tidak pernah diharapkan tetapi ini sangat memalukan dunia pendidikan,” tegasnya.

Dia berharap dari kejadian ini dunia pendidikan harus mampu refleksi diri untuk mencegah kejadian seperti ini terulang.

“Dunia pendidikan kita harus refleksi, guru-guru dulu ada ret-ret untuk terus menjaga moral dan perilaku guru, mencegah masalah seperti ini tidak cukup dengan seminar seperti seminar sehari,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Manggarai melalui Kasat Reskrim IPTU Aldo Febrianto yang dihubungi Vox NTT senin (21/11)  membenarkan kejadian ini telah di proses di Polres Manggarai.

Menurut dia, kasus ini sedang ditangani oleh Unit KPA Polres Manggarai dan sedang dalam proses penyelidikan.

“Kita sudah terima laporannya, kasus ini sedang kita sidik untuk terus di proses,” ujar Febrianto. (Elvis/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleFL Buronan Kejaksaan Soe, Terekam Kamera Wartawan di Bank NTT Cabang SoE
Next Article Cawagub Sylviana Murni Janjikan Rp 5 Juta untuk Lansia Kurang Mampu

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.