Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Mendagri Sebut Pancasila Diawali dari Kota Ende
NASIONAL

Mendagri Sebut Pancasila Diawali dari Kota Ende

By Redaksi31 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mendagri Tjahjo Kumolo bersama Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat meninjau lapak jualan warga Ende, Kamis malam (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia berawal dari Kota Ende, Flores, NTT. Hal ini dikatakan Mendagri pada sela-sela Pergelaran Budaya di Lapangan Pancasila Ende, Kamis malam (31/05/2018).

Ia menuturkan, inspirasi, impian dan imajinasi Bung Karno saat dibuang ke Ende ternyata terdapat api semangat yang akhirnya menggali dan menjabarkan Pancasila.

“Bahwa dibawa pohon sukun beliau merenung, menggali Nusantara. Bukan menggali Ende tapi Ende adalah bagian dari inspirasi secara Nasional,” ucap Tjahjo.

Baca Juga: Menjaga Kebhinekaan, Warga Ende Usul Pelajaran PMP Diterapkan Kembali

Ia menjelaskan, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Kepres untuk memperingati hari lahir Pancasila setiap 1 Juni. Kepres itu dibuat untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia tentang hari bersejarah itu.

“Sehingga setiap orang berfikir Bung Karno menggali Pancasila diawali dari kota Ende,” ucap dia.

Sementara terkait dengan budaya, Tjahjo mengingatkan bahwa perlu adanya pesta budaya untuk mengetahui keberagaman. Ia pun menyinggung soal sikap toleransi antar umat beragama di Ende yang sudah dirawat dan dijaga sejak nenek moyang.

“Apalagi di Ende ini antara agama sudah saling membaur, nilai gotong royong harus digali, musyawarah harus digali. Saya kira ini betul-betul harus dilestarikan siapapun yaang jadi bupati, siapapun yang jadi gubernur. Bahwa disini ada nilai budayanya, ada nilai pariwisatanya,” tegas Mendagri.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende Nasional
Previous ArticleUmat Paroki Longgo Mabar Gelar Misa untuk Korban Bom di Surabaya
Next Article Puluhan Hektare Sawah di Desa Keli Tidak Dialiri Air

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Stafsus Menteri HAM: Wartawan Hukum Mitra Strategis Penegakan HAM

2 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.