Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Plt Sekda Matim Buka Pencanangan 15 Desa Jadi Kampung KB
KESEHATAN

Plt Sekda Matim Buka Pencanangan 15 Desa Jadi Kampung KB

By Redaksi8 Juni 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat Plt Sekda Matim, Fansi Aldus Jahang di Waso Desa Bangka Masa (Foto: Humas dan Protokol Setda Matim)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Manggarai Timur, Fansi Aldus Jahang membuka pencanangan 15 desa menjadi Kampung Keluarga Berencana (KB).

Kegiatan itu berlangsung di Kampung Waso, Desa Bangka Masa, Kecamatan Rana Mese, Kamis (07/06/2018).

Ke-15 desa yang menjadi Kampung KB tersebut tersebar di 4 kecamatan di Matim.

Kecamatan Rana Mese ada sembilan (9) desa. Kesembilannya antara lain, Desa Bangka Masa, Bea Ngencung, Golo Ros, Sano Lokom, Rondo Woing, Compang Loni, Torok Golo, Satar Lenda dan Satar Lahing.

Lalu, Kecamatan Kota Komba ada satu (1) desa yaitu Desa Bamo.

Selanjutnya, Kecamatan Borong ada tiga (3) desa. Ketiganya yakni; Desa Waling, Golo Lalong, Ngampang Mas.

Kemudian, Kecamatan Poco Ranaka ada dua (2 ) desa. Keduanya antara lain; Desa Watu Lanur dan Leong.

Plt Sekretaris Daerah Fansi Aldus Jahang menjelaskan, Kampung KB merupakan suatu wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiIiki kriteria tertentu.

Kriteria tersebut seperti terdapat keterpaduan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga dengan pembangunan sektor terkait Iainnya yang dilaksanakan secara sistematis.

“Program ini sangat baik, sasarannya di tingkat RW, dusun atau setara. Pembentukan Kampung KB merupakan tindak lanjut arahan bapak Presiden Republik Indonesia sebagai salah satu langkah nyata dari Nawa Cita ke-3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Jahang dalam rilis yang diperoleh VoxNtt.com dari Bagian Humas dan Protokol Setda Matim, Kamis (07/06/2018).

Pencanangan Kampung KB, kata Jahang, dilakukan agar manfaat dari program tersebut dapat lebih dirasakan secara langsung oIeh masyarakat.

Itu terutama masyarakat yang berada di wilayah miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil dan nelayan di seluruh Indonesia.

Jahang menambahkan, kegiatan pencanangan Kampung KB memiliki tujuan tertentu. Tujuan tertentu itu tentu saja sangat mulia bagi keberlangsungan hidup dalam berkeluarga.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran pemerintah, khususnya pemerintah daerah, lembaga non pemerintah dan swasta dalam menfasilitasi, pendampingan dan pembinaan masyarakat dalam menyelenggarakan program kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga dan pembangunan sektor terkait,” katanya.

Selain itu, tujuan tertentu lainnya yakni untuk menigkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan dan meningkatkan jumlah peserta KB aktif modern dan ketahanan keluarga melalui program Bina Keluarga Balita (BKB).

Kemudian, meningkatkan Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), dan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja.

Lalu, meningkatkan pemberdayaan keluarga melalui kelompok UPPKS dan menurunkan angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Ada pula tujuan berikutnya yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan meningkatkan rata-rata lama sekolah penduduk usia sekolah.

Selanjutnya, meningkatkan sarana dan prasarana pembangunan kampung, sanitasi dan lingkungan kampung yang sehat dan bersih, kualitas keimanan para remaja/mahasiswa dalam kegiatan keagamaan, dan meningkatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air para remaja/mahasiswa dalam kegiatan sosial budaya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

 

 

Manggarai Timur
Previous ArticleMengintip Pengelolaan Dana Desa Bangka Ruang
Next Article Aktivis Akan Kirim Tiga Peti Mati untuk Bupati dan DPRD Matim

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.