Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»DPRD Ende Gunakan Dana 760 Juta untuk Bimtek di Jakarta
HEADLINE

DPRD Ende Gunakan Dana 760 Juta untuk Bimtek di Jakarta

By Redaksi8 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPRD Ende, Herman Yosep Wadhi saat memberikan keterangan kepada Wartawan di ruang kerjanya tidak lama ini (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Anggota DPRD Ende kembali mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Jakarta selama enam hari terhitung sejak tanggal 5 sampai tanggal 10 Juni 2018. Bimtek anggota dewan kali ini dialokasikan dari dana silpa Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 760 juta.

Hal itu diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Sekretariat Dewan Kabupaten Ende, Abubekar Longgi kepada Wartawan di Lantai Dua Kantor DPRD Ende, Kamis siang (07/06/2018).

Ia menyebutkan, dari total 30 anggota dewan, 17 diantaranya mengikuti bimtek. Sedangkan 13 dewan lainnya tidak mengikuti.

“Sisa anggota dewan tidak berangkat karena berhalangan. Ada anggota lainnya yang tidak mau berangkat, saya tidak tahu apa alasannya,”katanya.

Abubekar menjelaskan, total yang berangkat mengikuti bimtek ditambah 12 staf pendamping sekwan menjadi 29 orang. Dari total yang dianggarkan, jelas dia, masing-masing akan mendapatkan sekitar Rp 14 juta. Sisanya untuk akomodasi transportasi, makan dan nginap.

“Kalau anggota kita anggarkan semua. Kita alokasi 760 juta untuk 30 anggota dewan. Kalau yang tidak berangkat, ya, uang tidak diambil,” tutur Abubekar.

Ia mengatakan, anggaran untuk bimtek anggota DPR memang pernah direncanakan. Karena tidak diakomodir maka digunakan dana silpa.

“Ya, ini bimtek pertama tahun 2018. Ini kan (bimtek) dulu direncanakan. Karena tidak diakomodir, maka digunakan dana silpa,” ungkap Abubekar.

Sementara Ketua DPRD Ende, Herman Yosef Wadhi enggan berkomentar banyak soal pelaksanaan bimtek oleh sebagian anggota dewan. Ketika ditanya soal jumlah anggota dewan yang mengikuti bimtek, Herman mengaku belum mengetahui.

“Ya, nanti saya cek dulu ya,” katanya singkat, Jumat malam.

Sementara soal penggunaan dana silpa sebelum perubahan APBD, Herman enggan menjawab. Ia bahkan tidak berkomentar sedikit pun soal anggaran yang digunakan bimtek DPRD Ende.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleYustinus Sani: Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Bersama
Next Article KPS dan Air Mata Sang Tokoh Adonara

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.