Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»RPH di Flotim Masih Telantar Meski Sudah Janji Direnovasi
NTT NEWS

RPH di Flotim Masih Telantar Meski Sudah Janji Direnovasi

By Redaksi12 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rumah Potong Hewan (RPH)di Kelurahan Lamawalang, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) hingga kini masih telantar (Foto:
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Larantuka, Vox NTT- Rumah Potong Hewan (RPH) di Kelurahan Lamawalang, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) hingga kini masih telantar.

Padahal dalam wawancara dengan VoxNtt.com pada 16 April 2018 lalu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Flotim Anton Wukak Sogen pernah berjanji RPH tersebut segera direnovasi.

Baca Juga: Rumah Potong Hewan di Flotim Mubazir

Namun hampir dua bulan berlalu, RPH yang dibangun tahun 2007 lalu itu tampak belum ada tanda-tanda perbaikan oleh Distanak Flotim.

Bak penampung air, salah bangunan pendukung RPH dipenuhi rumput liar (Foto: Sutomo Hurint/ Vox NTT)

Anehnya, saat dikonfirmasi kembali VoxNtt.com, Jumat (08/06/2018), Kadis Anton malah berkata lain.

Meski tidak sedang mengabaikan renovasi kembali bangunan RPH tersebut, namun Anton berdalih saat ini pihaknya sedang fokus pada program Peremajaan dengan Penjarangan dan Pemangkasan Mete, serta Geretak Birahi Sapi.

“Untuk sementara, sekarang ini kami fokus pada program besar penjarangan mente. Di samping mente sekarang ini juga ada program Geretak Birahi Sapi. Bukan kita mengabaikan RPH yang di bawah itu (di Kelurahan Lamawalang),” kata Anton.

Pantauan VoxNtt.com, Selasa siang (12/06/2018), RPH tersebut dalam kondisi tak terawat. Bangunan RPH malah dijadikan tempat orang membuang air kencing.

Bagian dalam ruangan RPH yang diduga menjadi tempat praktik asusila warga. Pada ruangan ini ditemukan baju wanita berwarna hitam, alas lantai dari baliho dan terpal berwarna biru (Sutomo Hurint/Vox NTT)

Sementara masyarakat penjual daging memotong hewan di lokasi pemukiman penduduk.

Beberapa titik lokasi pemukiman warga yang dijadikan sebagi tempat pemotongan hewan di Larantuka antara lain di Kelurahan Pohon Siri, Kelurahan Pohon Bao, dan Kelurahan Kampung Baru.

 

Penulis: Sutomo Hurint
Editor: Adrianus Aba

Flores Timur
Previous ArticlePuskesmas Watu Kapu Gelar Posyandu Lansia di Desa Wololika
Next Article Jalan Hotmix Kembur-Lehong Terancam Mubazir

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.