Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Panwaslu TTU Temukan Ada Pemilih di Bawah Umur Saat Pilgub NTT
NTT NEWS

Panwaslu TTU Temukan Ada Pemilih di Bawah Umur Saat Pilgub NTT

By Redaksi28 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Panwaslu TTU, Martinus Kolo (Foto: Eman Tabean/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Panwaslu Kabupaten TTU menemukan adanya pemilih di bawah umur yang ikut meggunakan hak pilih saat hari pelaksanaan pemungutan suara Pilgub NTT, Rabu kemarin, 27 Juni 2018.

Temuan dugaan pelanggaran tersebut terjadi di TPS 03 Desa Nunmafo, Kecamatan Insana.

“Saat hari pemungutan suara kemarin ditemukan di 1 TPS kita temukan ada pemilih di bawah umur berinisial AN yang gunakan hak pilih di TPS 03 desa Nunmafo,” jelas Ketua Panwaslu kabupaten TTU, Martinus Kolo saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis(28/06/2018).

Ia menjelaskan, setelah pihaknya melakukan penelusuran, dugaan pelanggaran tersebut terjadi lantaran KPPS melakukan kesalahan saat mendistribusikan format C6.

“Jadi ada 2 nama yang sama,saat pendistribusian C6 KPPS malah memberikan kepada yang di bawah umur sedangkan yang orang sebenarnya berhak tidak diberikan,” tuturnya.

Ia menambahkan, prinsipnya temuan dugaan pelanggaran tersebut akan terus ditindaklanjuti.

Apabila dalam pemeriksaan nanti memenuhi unsur pelanggaran, lanjut Kolo, maka pihaknya pasti akan memberikan sanksi tegas.

“Kalau untuk PSU (pemungutan suara ulang) tidak bisa dilakukan karena hanya satu orang saja kecuali lebih tapi sanksi yang diberikan itu sanksi pidana bagi KPPS dan juga pemilih di bawah umur yang ikut berikan hak suaranya tersebut,” tegas Kolo.

Kolo pada kesempatan tersebut juga mengungkapkan bahwa meskipun terdapat beberapa potensi dugaan pelanggaran, namun pada prinsipnya pelaksanaan Pilgub di Kabupaten TTU berjalan aman.

“Kalau dilihat dari prosentasenya, pelaksanaan Pilgub kemarin berjalan aman meski sempat ada beberapa potensi pelanggaran tapi setelah dikomunikasikan semua bisa teratasi,” tuturnya.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleRaup 77,4 Persen di Rana Mese, Tabir Unggul Sementara
Next Article Tiga Paslon Klaim Menang, KPU Nagekeo Tegaskan Hasil Pilkada Belum Diketahui

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.