Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pencarian Nelayan di Borong Berakhir
Regional NTT

Pencarian Nelayan di Borong Berakhir

By Redaksi18 Juli 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat Pemda Matim menyerahkan santuanan kepada keluarga korban (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Pencarian dua warga asal Kampung Nggeok, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong yang diduga tenggelam di laut berakhir, Rabu (18/7/2018).

Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (DPBD), Antonius Dergon dihadapan kelurga korban mengatakan secara resmi, Tim Sar dan pemerintah menghentikan pencarian kedua korban yang diduga tengelam.

“Sesuai Protap, pencarian dilakukan selama tujuh hari dan selebihnya diserahkan kepada keluarga,” katanya.

Pada kesempatan itu, Dinas Penanggulangan Bencana Daerah kabupaten Manggarai Timur memberikan santunan kepada dua keluarga korban yang diduga meninggal akibat tenggelam itu.

Bantuan yang diberikan berupa Beras, minyak Goreng dan sejumlah uang. Kadis Anton mengatakan, Pemerintah Manggarai Timur memberikan santunan untuk keluarga korban yang diduga tenggelam.

Banntuan yang ada bukan karena kedua anak sudah meninggal, tetapi setiap hari pasti keluarga terus berkumpul dan sebagai tuan rumah tentu mengeluarkan dana untuk kebutuhan beli beras.

Baca: Sudah Lima Hari Dicari, Dua Nelayan Borong Belum Ditemukan

Dia menambahkan, Tim Sar sudah berjuang mencari kedua korban hingga ke laut lepas dan hasilnya nihil.

“Kita tentu berharap mereka bisa ditemukan tetapi hingga tujuh hari pencarian belum juga ditemukan,” ungkap Kadis Anton.

Dia juga memberikan himbauan kepada masyarakat, supaya saling mengawasi terutama anak-anak agar tidak bermain sendirian di sekitar pantai atau muara kali Wae Bobo.

Kepada orang tua, supaya selalu mengontrol anak, jangan sampai mereka keluar rumah tanpa pemberitahuan.

Sementara Camat Borong, Gaspar Nanggar saat dijumpai VoxNtt, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, terutama pemilik kapal yang dengan iklas hati mencari korban tanpa mengenal waktu.

“Saya menyampaikan terima kasih berkat dukungan semua pihak pencarian kedua korban berjalan lancar walaupun belum ditemukan,” kata Camat Gaspar.

Camat Gaspar juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua keluarga korban atas pelayanan pemerintah yang kurang memuaskan keluarga.

“Begitu banyak kebutuhan yang tidak terpenuhi saat keluarga sedang membutukan. Besar harapan, dua korban yang belum ditemukan ada keajaiban,” ujar Camat Gaspar.

Baca: Tiga Orang Hilang di Laut Borong

Dia juga berharap keluarga diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah itu. Sementara Siti Jubahi, ibu kandung Yusril Isak Mahendra (15) dan Ester Adut, ibu kandung Marselinus Risman Cimpa (13) menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Matim, Camat Borong, Lurah Rana Loba dan semua keluarga yang selalu setia berada di tengah keluarga saat proses pencarian kedua anak mereka.

Kehadiran pemerintah dalam hal ini Camat Borong dan Lurah Rana Loba memberikan penghiburan serta infomasi kepada kedua keluarga besar.

“Kami menyampaikan terima kasih atas bantuan semua pihak,” kata mereka. Keduanya tetap mengharapkan kedua anak mereka bisa ditemukan walaupun proses pencarian oleh tim Sar berhenti sampai hari ini,” ungkap keduanya.

Pantauan VoxNtt, pemberian santuan dilakukan di rumah kedua keluarga korban kampung Golput Kelurahan Rana Loba, Rabu (18/7) oleh Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah, Antonius Dergon disaksikan Camat Borong Gaspar Nanggar, Lurah Rana Loba, Haji Ali Mbonga, Polsek Borong, Kompol Erik Say Yohanes dan diterima secara langsung oleh kedua orang tua korban.

Penulis: Nansianus Taris

Editor: Boni Jehadin

Manggarai Timur
Previous ArticleCalon DPRD Ende Belum Memenuhi Syarat Kesehatan Rohani
Next Article Satu Partai di Matim Tidak Daftarkan Bacaleg

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.