Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Warga Paan Leleng Dilatih Membuat Kloset
Ekbis

Warga Paan Leleng Dilatih Membuat Kloset

By Redaksi6 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat warga desa Paan Leleng mengikuti pelatihan pembuatan kloset (Foto: Dok. Yohanes Kristo)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Pemerintah Desa Paan Leleng, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur melatih warganya untuk membuat kloset.

Dana pelatihan keterampilan ini menggunakan dana desa tahun 2018.

Kepala Desa Paan Leleng, Yohanes Kristo mengatakan, pelatihan pembuatan kloset tersebut untuk mendukung masyarakat. Itu terutama mendorong pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan rumah tangga.

Kristo menjelaskan, pelatihan pembuatan kloset merupakan salah satu program desa Paan Leleng, mulai dari tingkat RT hingga Dusun.

Dia menambahkan, harga kloset di toko mencapai Rp150.000- Rp 200.000. Tentu harga itu sangat mahal untuk ukuran warga di kampung.

Menurut Kristo, pembuatan kloset sebenarnya cukup mudah kalau alatnya lengkap. Harganya pun berkisar Rp 50.000- Rp 80.000. Harga hasil keterampilan warga Desa Paan Leleng tentu saja jauh di bawah harga kloset di toko.

“Kualitas kloset yang dibuat hampir sama dengan yang jual di toko,” ujar Kades Kristo kepada VoxNtt.com di Borong, Jumat (03/08/2018).

Kristo menambahkan, warga diberi pelatihan agar mereka tidak lagi membeli kloset di toko atau pasar. Tetapi mereka bisa membuatnya sendiri untuk kepentingan rumah.

Kemudian, lanjut Kristo, pelatihan pembuatan kloset dilakukan agar masyarakat bisa membuka peluang usaha demi kebutuhan ekonomi.

Setelah diberi pelatihan, warga yang mau melanjutkan pembuatan kloset akan diberi suntikan modal agar bisa mandiri.

Kristo mengatakan, dalam rencananya setelah ada instruktur, di setiap rumah akan dibagikan kloset.

Dengan adanya kloset, Kades Kristo mengharaplan masyarakat mulai sadar untuk membangun WC secara permanen.

Selama ini banyak warga mengeluhkan belum ada WC karena harga jual kloset yang terlalu mahal.

“Untuk membangun WC permanen memang diperlukan dana minimal 5 juta. Hal itu tentu sangat menyulitkan masyarakat untuk membangun. Sehingga pemerintah desa selain melatih membuat kloset juga bagimana membangun WC secara permanen tanpa harus keluar biaya yang mahal,” kata Kades Kristo.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleAhang Geram dengan Bupati Deno
Next Article PMII Kupang Gelar Dialog Interaktif

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau

3 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.