Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pelaksanaan RAD HAM Mesti Dikontrol Masyarakat
NTT NEWS

Pelaksanaan RAD HAM Mesti Dikontrol Masyarakat

By Redaksi8 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pelatihan HAM Bagi Organisasi Masyarakat Sipil dalam rangka pengembangan Kabupaten Sikka Iklusif HAM di Silvia Hotel Maumere pada 7-9 Agustus 2018 (Foto: Are de Peskim)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Organisasi masyarakat sipil di kabupaten Sikka, provinsi NTT diharapakan mengontrol pelaksanaan pembangunan yang berbasis Hak Asasi Manusia.

Untuk itu, PBH Nusra bekerja sama dengan ELSAM dan Yayasan Indonesia untuk Kemanusiaan dalam menyelenggarakan pelatihan HAM bagi organisasi masyarakat sipil di Sikka.

Menurut Konsultan Advokasi PBH Nusra, John Bala, pelatihan ini merupakan langkah pertama menyambut hadirnya Perbup Rencana Aksi Daerah Hak Asasi Manusia Kabupaten Sikka (RAD HAM) yang telah ditandatangi Paulus Nong Susar saat menjabat Plt. Bupati Sikka pada 22 Juni 2018 lalu.

“Supaya bisa aktif mendorong Pemda Sikka mengimplementasikan nilai HAM dalam pembangunan, maka pengetahuan terkait HAM perlu ditingkatkan,” terangnya di sela-sela kegiatan pada Selasa (7/8/2018) di Silvia Hotel Maumere.

Sementara itu, Virlian Nurkrisli dari Yayasan Indonesia untuk Kemanusiaan menerangkan pelatihan ini diikuti oleh LSM dan organisasi masyarakat di Sikka.

Para peserta tidak hanya belajar HAM tetapi juga merumuskan harapan mereka tentang implementasi HAM di kabupaten itu.

“Nanti mimpi-mimpi yang dirumuskan oleh para peserta akan dijadikan rekomendasi agar dilaksanakan oleh Pemda Sikka,” ujarnya.

Terkait pelatihan ini, Sekretaris 1 Pemuda Katolik Sikka, Bram Kopong mengapresiasi lembaga-lembaga terkait yang telah menyelenggarakan pendidikan HAM.

“Ini kesempatan yang luar biasa dan perlu diadakan secara rutin kepada seluruh elemen di Sikka agar semakin banyak orang memahami Hak Asasi Manusia,” ungkap Bram.

Tidak hanya itu, Pemuda Katolik mengharapkan Pemerintahan ROMA agar menjalankan Perbup Rencana Aksi Daerah Hak Asasi Manusia.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

Sikka
Previous ArticleRumah Sakit Tanpa Kelas Akan Dibangun di Sikka
Next Article Stok Ayam Pedaging di Pasar Borong Kosong

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.