Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Caleg PDIP: Elar Raya Harus Keluar dari Keterisolasian
Pilkada

Caleg PDIP: Elar Raya Harus Keluar dari Keterisolasian

By Redaksi29 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Alexianus Marianus Adu, calon anggota DPRD Provinsi NTT Dapil Manggarai Raya (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Calon Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Alexius Marianus Adu berkomitmen membebaskan Kecamatan Elar dan Elar Selatan (Elar Raya) di Kabupaten Manggarai Timur untuk keluar dari keterisolasian wilayahnya.

Menurut Caleg dari PDIP itu, keterisolasian di Elar Raya ada macam-macam. Sebut saja infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, listrik, dan air minum.

“Saya sudah pergi ke Elar. Kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan buruk, tidak ada listrik, tidak ada air minum bersih, tidak ada dokter, dan sekolah minim fasilitas,” ungkap Caleg DPRD NTT dari Dapil IV Manggarai Raya itu saat ditemui VoxNtt.com, Jumat (28/09/2018).

Kata dia, sungguh ironis melihat kondisi wilayah Elar Raya di Matim.  Padahal, pembangunan adalah bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat. Namun, fakta berkata lain di dua kecamatan bagian timur Manggarai itu.

“Masyarakat Elar Raya masih sangat terisolasi. Pemerintah dan politisi harus berupaya keluarkan Elar dari keterisolasian ini,” tandas Alex.

Dalam waktu dekat, Alex juga berencana akan mengirim dokter dari kampus Atma Jaya Jakarta untuk kerja di Elar. Mereka nantinya akan melayani masyarakat. Ia menilai masyarakat sangat membutuhkan dokter.

Di Elar Raya, Alex juga menemukan banyak kekurangan yang harus diubah cepat. Salah satunya bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang baik.

“Saya sudah diskusi dengan Camat Elar bahwa harus ada anak-anak Elar yang kita siapkan sekolah di luar Matim. Supaya, mindset untuk berpikir maju itu ada dan tumbuh cepat,” ujar politisi asal Ranggu, Manggarai Barat itu.

Menurut Alex, keterisolasian Elar Raya dari segi infrastruktur jalan bukan karena kendala dana. Tetapi, disebabkan disorganization dan disfunction yang berdampak pada disorientation.

Pemerintah salah menempatkan orang di setiap OPD yang berakibat pada kinerja yang tidak optimal dan maksimal.

Dampak buruknya, kata dia, masyarakat kehilangan orientasi hidup.

“Bayangkan, kalau masyarakat tidak menikmati pendidikan, pelayanan kesehatan, jalan, dan listrik. Mau jadi apa, masyarakat terlebih khusus generasi penerus pasti kehilangan orientasi hidup karena terus hidup dalam keterisolasian. Itu yang terjadi,” jelas Alex.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleSekda Manggarai: Berita Ada Proyek Fiktif Itu Hoaks
Next Article Sekretaris Dinkes Matim Pakai Mobil Ambulance Puskesmas Bea Muring

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026

Proyek Hotmix Watu Cie-Deno Senilai Rp14 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal, Kontraktor dan Dinas PUPR Bungkam

28 Juli 2026
Terkini

Jika Kopi Manggarai Bisa Bicara di Meja Hotel Labuan Bajo

10 Agustus 2026

Pendirian Universitas Republik Indonesia- Kemasan Simbol Kekuasaan

10 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.