Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Pemerintah di NTT Diminta Gelar Sosialisasi dan Simulasi Gempa
HEADLINE

Pemerintah di NTT Diminta Gelar Sosialisasi dan Simulasi Gempa

By Redaksi3 Oktober 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Umbu Pariangu, Pengamat kebijakan dari Universitas Nusa Cenda (Foto: Dok. pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Gempa yang terjadi di Provinsi NTT khususnya di kabupaten Sumba Timur dan TTU sepekan terakhir mendapat perhatian serius dari pengamat kebijakan publik Universitas Nusa Cenda, Umbu Pariangu.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, sebanyak 24 kali gempa mengguncang Sumba Timur secara beruntun pada Selasa (02/10/2018). Gempa bumi tersebut terjadi sejak pukul 07.12 Wita hingga pukul 17.24 Wita.

BMKG setempat menyebut gempa tersebut bermagnitudo mulai dari 3,3 hingga 6,3.

Dari 24 kali gempa tersebut, terdapat enam yang dirasakan warga, yakni bermagnitudo 4,9 dan 5,2 serta 5,3, 5,9, 6 serta 6,3.

Sehari sebelum itu, Senin (01/10/2018), Kabupaten TTU juga dilanda gempa berkekuatan 5,0 SR.

Meski belum terjadi kerusakan yang cukup serius, namun Umbu meminta pemerintah provinsi dan pemerintah daerah di NTT untuk segera melakukan tindakan preventif.

“Kita, Indonesia memang berada di kawasan rawan bencana. Berada di tiga lempeng benua (Euro Asia, Indo-Australia dan Pasifik), serta dilintasi jalur cincin api (ring of fire). Karenanya, kita memang perlu membangun semacam budaya mitigasi dalam mewaspadai bencana yang datang,” tegas Umbu.

Dikatakan, salah satu upaya preventif dapat dilakukan melalui sosialiasi dan simulasi gempa. Tujuannya, agar menciptakan daya antisipatif dan langkah penyelamatan sedini mungkin sehingga meminimalisir risiko korban yang terdampak gempa.

“Di Sumtim (Sumba Timur) saya kira sudah ada BNPD yang bisa menginisiasi upaya simulasi sehingga masyarakat tidak saja dibekali literasi tentang bencana gempa tapi mereka juga secara cepat bisa meminimalisir dampak bencana yang menimbulkan kerugian nyawa dan materi” kata Umbu.

Dosen pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Nusa Cendana ini juga meminta BPBD Sumtim untuk melibatkan Basarnas, jajaran TNI, Polres, PMI dan tim relawan.

“Saya kira pemda harus ada alokasi anggaran untuk itu” lanjut Umbu saat dihubungi VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (03/10/2018).

Lebih jauh, Umbu mencontohkan Negara Jepang yang rutin dilanda gempa.

Dia menerangkan, meski negera itu sering dilanda gempa namun mereka memiliki kemampuan evakuasi secara mandiri karena sudah terlatih kesiapsiagaannya dalam menghadapi bencana.

Penulis: Irvan K

Gempa NTT Kota Kupang Sumba Timur
Previous ArticlePenanganan Laporan di Polres Mabar Disorot, Bagaimana Seharusnya Polisi Bertindak?
Next Article Ketua DPRD Matim Minta Kerja Sama Pengawasan Proyek Infrastruktur

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.