Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Takut Dioperasi, Seorang Ibu Asal Nagekeo Kabur dari RSUD Bajawa
KESEHATAN

Takut Dioperasi, Seorang Ibu Asal Nagekeo Kabur dari RSUD Bajawa

By Redaksi9 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi operasi caesar
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Salah seorang pasien bernama Yasinta Kue (43) asal Desa Keli, Kampung Keliwatuwea, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo kabur dari RSUD Bajawa Kabupaten Ngada.

Alasan dirinya kabur karena akan melakukan operasi caesar. Karena bardasarkan hasil pemeriksan dokter ahli, bayi dalam kandungan Yasinta pada posisi melintang dan ari ari menutupi jalan lahir.  Sehingga wajib dilakukan operasi untuk menyelamatkan Yasinta dan bayinya.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD Bajawa drg Maria W. Betu kepada wartawan, Jumat (09/11/2018).

Ia mengungkapkan, pada Selasa, 6 November 2018, pihak RSUD Bajawa didatangi pasien bernama Yasinta Kue yang hendak melahirkan dari Desa Keli, Kampung Keliwatuwea, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo.

Ia datang didampingi suaminya Fitalis Kade. Mereka diantar oleh seorang bidan dari Desa Keli bernama Sari. Yasinta sebelumnya dirujuk dari Puskesmas Keo Tengah ke RSUD Bajawa. Di puskesmas ini persalinan anak ke-9 dengan usia 43 tahun dianggap rawan bagi keselamatan Yasinta dan bayinya.

Menurut dr Maria, hasil Ultrasonografi (USG) dan pemeriksaan dokter ahli bayi dalam kandungan Yasinta tersebut pada posisi melintang dan ari ari menutupi jalan lahir. Sehingga wajib dilakukan operasi untuk menyelamatkan Yasinta dan bayinya.

Dikatakan, saat hendak dioperasi Yasinta tidak mau. Sementara operasi merupakan jalan satu- satunya jalan untuk menyelamatkan Yasinta dan bayinya.

Namun Yasinta sama sekali tidak mau. Suaminya juga tidak mau dan mengatakan takut istrinya disteril, sehingga tidak bisa punya anak lagi.

Karena persoalan ini serius pihak dr Maria melibatkan pihak lain termasuk staf manajemen, dokter, bidan senior untuk membantu memberikan pemahaman, namun menemui jalan buntu.

Walaupun sejumlah petugas RSUD Bajawa menawarkan untuk membantu membelikan pakaian, serta makanan dan minuman, tetap saja Yasinta dan suaminya tidak mau dioperasi.

Upaya lain, kata dr Maria, dengan menghubungi Kepala Puskesmas Keo Tengah dan Camat Keo Tengah per telepon untuk berbicara Pasutri tersebut. Namun tetap tidak membuahkan hasil.

Saat upaya tersebut dilakukan, secara diam diam Yasinta kabur dan naik sebuah mobil pick up yang kebetulan hendak kembali ke Keo Tengah usai mengantarkan pasien lainnya.

“Yang bersangkutan hendak kabur dan petugas satpam terpaksa mengejarnya untuk tanda tangan bahwa menolak dioperasi,”katanya.

Dokter Maria menambahkan, pihaknya melakukan upaya maksimal tanpa melihat asal pasien. Sebab apabila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan nanti, maka yang disalahkan justru  petugas medis.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Ngada
Previous ArticleTahun 2019, Pemkab TTU Bangun Jembatan Oenali
Next Article Inspektorat Matim akan ke Pocolia, Warga: Kami Tunggu

Related Posts

Mantan Kabag Ops Polres Nagekeo Diduga Bawa Kabur Anak Usia 5 Tahun

28 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.