Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Dekranasda Ende Gelar Lomba Ikat Motif bagi Pengrajin Tenun
NTT NEWS

Dekranasda Ende Gelar Lomba Ikat Motif bagi Pengrajin Tenun

By Redaksi15 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para penenun sedang bersiap mengikuti lomba ikat motif di Aula Onekore Ende. (Foto: Ian Bala/Voxntt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Ende menggelar lomba ikat motif tenun ikat di Aula Onekore, Kamis (15/11/2018). Ada dua kategori yang dilombakan yakni lomba motif tradisional dan kontemporer.

Ketua Dekranasda Ende, Mathilda G.A. Petu menjelaskan, lomba ikat motif itu bertujuan untuk menggali serta melestarikan motif dan ragam hias tenun tradisional.

Selain itu, untuk membangkitkan semangat kaum perempuan dalam menciptakan motif modern atau kontemporer sesuai perkembangan kemampuan pengetahuan.

Ia menjelaskan, untuk kategori motif tradisional, para penenun berhak untuk menentukan jenis motif sesuai keinginan. Sementara kategori kontemporer merupakan bagian dari kreativitas masing-masing penenun.

Baca: 11 Motif Tenun Ikat Ende Jadi Hak Paten

Peserta yang mengikuti perlombaan berasal dari 21 Kecamatan. Masing-masing kecamatan memiliki dua penenun sesuai kategori.

Hasil lomba ikat motif akan dinilai oleh dewan juri yang sudah ditentukan. Ada tiga dewan juri yakni Ali Abubekar Pae dari praktisi tenun ikat, Maria Lawi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Maesara Azhari dari Fanny Art Shop.

Jati Diri

Bupati Ende, Marselinus Y.W. Petu, yang membuka kegiatan itu berharap, agar para penenun dapat mengetahui tentang sejarah tenun.

Hal ini ia tegaskan untuk kepentingan pasar serta nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam setiap motif.

Bupati Marsel menjelaskan, bahwa tenun ikat merupakan jati diri masing-masing pribadi. Sebab, pada setiap motif melukiskan simbol keberadaban hidup para leluhur.

“Kita harus menghargai karena tenun adalah jati diri seseorang. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki jati diri. Kehadiran para penenun ini mau menunjukan kabupaten Ende memiliki jati diri. Kita mau menunjukan bahwa Ende memiliki jati diri,” tegas Bupati Marsel.

Ia berharap agar perlombaan semacam ini dilakukan secara terus menerus. Bupati mengusulkan perlombaan dibagi beberapa kategori usia. Sehingga regenerasi juga dapat berjalan.

Penulis: Ian Bala

Editor: Boni J

Dekranasda Ende Tenun NTT Tenunan Ikat Ende
Previous Article45 Siswa SLB Karya Murni Diduga Keracunan Makanan
Next Article 3 Tahun Dana PIP Tidak Cair, 78 Orang Tua Murid Serbu Dinas PK Matim

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.