Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Bupati TTU Terlibat Cekcok dengan Warga Ponu, Ada Apa?
HEADLINE

Bupati TTU Terlibat Cekcok dengan Warga Ponu, Ada Apa?

By Redaksi21 Desember 20184 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana insiden percekcokan antara Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes,S.Pt dengan warga Desa Ponu, Jumat, 21 Desember 2018 (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes dikabarkan terlibat cekcok dengan Yoakim Ulu Manehat, warga RT 002, RW 01, Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Jumat (21/12/2018).

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, percekcokan yang terjadi di wilayah SP 1, Desa Ponu itu terjadi akibat adanya penolakan warga terhadap kehadiran perusahaan tambak garam di wilayah mereka.

Yoakim Ulu Manehat saat dihubungi VoxNtt.com melalui telepon membenarkan jika dirinya terlibat cekcok dengan orang nomor satu di Kabupaten TTU tersebut.

Yoakim mengungkapkan, persoalan tersebut bermula dari adanya penolakannya bersama warga lain terkait kehadiran perusahaan tambak garam di wilayah Desa Ponu.

Pada pukul 09.00 Wita, kata Yoakim, ia dan warga lainnya mendatangi  Kantor Camat Biboki Anleu untuk menunggu Bupati Ray agar menyampaikan penolakan mereka.

Setelah lama menunggu, Bupati Ray dan rombongan tiba di kantor camat tiba-tiba langsung menuju ke lokasi tambak garam, tanpa terlebih dahulu menemui warga Desa Ponu.

Yoakim dan warga lain pun langsung mengejar dan menghentikan rombongan mobil Bupati Ray di wilayah SP 1.

“Saat pak bupati sudah berhenti saya bilang pak bupati tolong dulu ini kami punya tempat makan, tempat ternak, kami tiap tahun mau makan di mana kalau bapak tidak konsultasi dengan kami masyarakat, langsung dia (bupati) turun bilang lu (kamu) sebagai apa? lu sebagai apa? Makanya saya jawab saya sebagai masyarakat bapak,” ujar Yoakim.

Ia menuturkan, usai berbicara begitu, Bupati Ray langsung mendorong-dorongnya dan mengajak untuk berkelahi.

Lantas Yoakim tidak meladeni ajakan duel dari Bupati Ray tersebut. Ia hanya menyampaikan permohonan maaf.

“Dia (bupati) mulai dorong-dorong saya, kejar saya, dia mau baku tawar dengan saya mau baku pukul (berkelahi), tapi saya hanya bilang minta maaf bapak, minta maaf bapak, akhirnya dia punya ajudan datang peluk saya, ceke (cekik) saya dan banting saya ke tanah, dia (ajudan) dengan ada satu kepala dinas dengan sopir pak bupati, dong yang keroyok saya,” aku Yoakim.

“Kemudian dong (mereka) dorong saya jadi saya takut saya lari tapi pak bupati masih kejar saya lagi sekitar 15 meter lagi,” ujar pria yang akrab disapa Ulu Besin itu.

Yoakim menuturkan, akibat penganiayaan tersebut ia mengalami sakit pada leher.

Ia mengaku persoalan tersebut sudah dilaporkannya ke Kantor Kepolisian Sektor Biboki Anleu.

“Saya sudah lapor 3 orang, itu ajudan pak bupati, sopir dengan satu kepala dinas, saya lupa nama tapi nama sudah ada di polisi tadi,” jelasnya.

“Saya sebagai orang kecil berharap pihak Kepolisian dapat tangani ini kasus dengan serius,” ungkap Yoakim penuh harap.

Bupati Raymundus Sau Fernandes saat dikonfirmasi VoxNtt.com di rumah jabatannya mengisahkan, pada Jumat pagi ia dan rombongan turun ke wilayah SP 1 dan SP 2 untuk melakukan pemantauan. Pemantauan dilakukan lantaran lokasi tersebut sudah diusulkan untuk menjadi lokasi tambak garam.

Saat tiba di lokasi kejadian (SP 1), tuturnya, Ulu Besin (Yoakim Ulu Manehat) sudah berdiri di tengah jalan menghadang dirinya dan rombongan sambil mengeluarkan kata-kata makian.

“Sampai di sana Ulu Besin yang bukan warga SP 1 maupun SP 2 sudah berdiri hadang di tengah jalan sambil maki-maki bilang kau mau datang buat apa? Mau datang lihat kau punya  nenek moyang punya tanah kah? Terus saya turun tanya, maki-maki pemerintah ini maksudnya apa? Saya datang ke sini tidak menggangu saudara punya kepentingan, tapi dia maki-maki terus,” jelas Bupati TTU dua periode itu.

Setelah itu, lanjut Bupati Ray, Yoakim dan kurang lebih 9 warga lainnya hendak memukul dirinya.

Bahkan anak kandung dari Yoakim sempat hendak memukul Bupati Ray pada bagian tengkuk, namun cepat dihadang oleh ajudan.

“Anak dari Ulu Besin yang sempat mau pukul saya di bagian tengkuk, tapi ajudan cepat tarik, saya bilang ayo pak Ulu kalau mau pukul ayo pukul saya, terus terjadi perdebatan. Saya suruh telepon Polisi untuk amankan dia (Ulu Besin), dia punya kepentingan apa menghadang,” tutur Ketua DPW Nasdem NTT itu.

Bantah Ada Penganiayaan

Bupati Ray pada kesempatan itu juga membantah keras adanya tindakan penganiayaan seperti yang disampaikan Yoakim.

Menurutnya, saat itu hanya terjadi perdebatan mulut tanpa adanya penganiayaan.

“Jarak saya dengan dia juga tidak berdekatan kok, karena dihalangi oleh ajudan dan banyak orang yang ada di situ, untuk apa saya dorong? Tidak ada keuntungan kalau mendorong, soal pengakuan dia itu silahkan itu dia punya hak untuk mau mengalihkan dari tindakan dia menghalang-halangi kunjungan kita untuk melihat SP 1 dan SP 2, ya itu dia punya hak,” tegasnya.

Lebih jauh Bupati Ray menuturkan, Ulu Besin saat ini sudah dilaporkan ke Polisi lantaran menghadang rombongannya.

“Yang buat pengaduan ke Polisi itu bukan saya, tapi kasat Pol PP dan ajudan yang tadi buat laporan,seperti itu,” jelasnya.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

 

TTU
Previous ArticleBawaslu TTU Segera Bersihkan APK Caleg yang Terpasang di Pohon
Next Article TPID Kecamatan Keo Tengah Lakukan Kegiatan Capturing

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

Telan DAU 989 Juta, Proyek Lapen Lidang – Rambe Bermutu Buruk, Ada Dugaan Keterlibatan Kades

19 Desember 2025

Ayah Terjebak “Penipuan” Tabungan BNI Life, Anak Batal Kuliah

19 November 2025
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.