Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»30 KK Desa Bamo Kekurangan Air Minum Bersih
NTT NEWS

30 KK Desa Bamo Kekurangan Air Minum Bersih

By Redaksi29 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi kekurangan air
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT- Sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Wokopau, Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT, mengalami kekurangan air bersih untuk konsumsi.

Warga mengaku hanya memanfaatkan air dari satu bak penampung. Air tersebut bersumber dari salah satu mata air yang berlokasi di pinggir kali Waepoang.

Pantauan VoxNtt.com, Jumat (28/12/2018), bak penampung air yang dimanfaatkan warga hampir kering.

Salah seorang warga yang namanya tak mau dimediakan mengaku kondisi kekurangan air minum bersih tersebut sudah lama terjadi.

“Kami di sini mengalami kekurangan air untuk minum pak, kalau dalam setahun biasanya mulai bulan Agustus sampai Desember,” ungkap sumber tersebut kepada VoxNtt.com.

Sumber itu juga mengungkapkan ketiadaan air bersih membuat mereka harus merogoh kocek bahkan minum air kali.

“Kami di sini pak, air susah kalau tidak air di bak penampung kami beli air tengki dengan harga Rp.50.000 per 500 liter, kadang kalau tidak ada uang kami minum air kali, ” ungkap sumber tersebut.

Ia mengaku air bak yang ditampung hanya mampu mengisi lima buah jeriken yang berkuran 5 liter.

“Mali kami la,a neku wae wula mendia, hanya mampu lima jeriken we,e tako ndau kami ere wali aw (kalau kami pergi timba air pas bulan seperti ini, hanya mampu mengisi 5 jeriken setelah itu kami menunggu sampai air bak tersebut penuh,” ungkap sumber itu pasrah.

Ia berharap agar pemerintah segera mencarikan jalan keluar dari peristiwa yang mereka alami.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleKetua DPRD TTS: Calon Perangkat Desa Bermasalah Harus Dipertimbangkan
Next Article Pegawai PLN Manggarai Timur Perbaiki Kabel Listrik

Related Posts

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026
Terkini

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.