Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Medsos»Oknum Polisi Diduga Aniaya Pengendara Motor, Ini Penjelasan Kapolres TTU
Medsos

Oknum Polisi Diduga Aniaya Pengendara Motor, Ini Penjelasan Kapolres TTU

By Redaksi11 Februari 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto ketika ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya beberapa waktu lalu (Foto:Eman/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Video oknum polisi lalu lintas dari Polres TTU yang diduga menganiaya seorang pengendara sepeda motor di Kota Kefamenanu, beredar luas di media sosial Facebook.

Video itu diposting seorang pemilik akun Facebook Disyon A. Tofas di group [email protected], Senin (11/02/2019) sekitar Pukul 16.00 Wita.

Dalam video berdurasi 18 detik itu, tampak pengendara sepeda motor yang belum diketahui identitasnya mengalami luka hingga hidungnya berdarah.

Postingan di group FB terkait dugaan polisi menganiaya pengendara sepeda motor di TTU

Beberapa warga yang menyaksikan kejadian tersebut sempat marah-marah dan mengutuk keras tindakan oknum Polantas yang diduga main hakim sendiri tersebut.

Sementara itu, dalam video lain yang diposting dalam kolom komentar, kejadian terlihat bermula dari halaman depan Gedung Balai Biinmafo.

Video berdurasi 1 menit 36 detik yang diposting di ruang komentar itu memperlihatkan seorang oknum Polantas berkali-kali mengeluarkan kata makian terhadap sang pengendara.

https://www.youtube.com/watch?v=tzuLG7UelyM&feature=youtu.be

Beberapa kali, polisi tersebut terlihat hendak memukul si pengendara menggunakan helm putih yang dipegangnya.

Sementara itu, Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto saat dikonfirmasi Awak media di Mapolres setempat membantah keras jika anggotanya dituding melakukan penganiayaan.

Menurutnya, saat itu anggotanya yang berinisial FL hendak menindak pengendara tersebut lantaran melakukan pelanggaran lalu lintas, dimana si pengendara membonceng penumpang tidak menggunakan helm.

“Saya juga baru mendapat informasi itu dan setelah saya croscheck memang benar sore tadi itu ada anggota dari Satlantas Polres TTU saat melakukan kegiatan rutin pengaturan, itu menemukan ada pengendara yang melanggar. Karena dia (pengendara) yang masuk kawasan tertib lalu lintas tapi tidak menggunakan helm,” jelasnya.

“Saat diingatkan malah yang bersangkutan (pengendara) mencoba melarikan diri. Sehingga kemudian diikuti oleh anggota, bukan dikejar ya diikuti kemudian saat di dekat lapangan Oemanu yang bersangkutan sempat diberhentikan sehingga kemudian petugas juga ikut berhenti. Namun, saat berhenti orang tersebut mencoba untuk melarikan diri lagi,” tuturnya.

Saat hendak melarikan diri, terang dia, pengendara tersebut sempat menabrak kendaraan anggota polisi tersebut karena gugup.

“Saat dia (pengendara) mencoba untuk kabur kemudian mengenai (menabrak) anggota sehingga anggota juga langsung terjatuh saat itu,” tuturnya.

Setelah terjatuh, lanjutnya, anggota langsung mengamankan sang pengendara.

Kapolres Rishian juga menjelaskan, saat itu anggotanya kaget lantaran sang pengendara terluka. Setelah dicek ternyata luka tersebut disebabkan oleh pecahan helm dari pengendara tersebut.

Lebih jauh Rishian menjelaskan, setelah melihat korban terluka, anggotanya tersebut langsung membawa pengendara ke Rumah Sakit untuk diobati.

“Jadi kalau itu terposting begitu bisa saja, itu persepsi dari masyarakat kok ini akibat dipukul. Nah ini yang diluruskan dulu,” tandasnya.

“Bahwa itu karena dipukul mungkin begitu ya, karena saya belum lihat itunya (video) secara lengkap. Mungkin karena masyarakat melihat kondisinya luka, makanya bilang jangan dipukul,” sambung Rishian.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni J

 

Kapolres TTU TTU
Previous ArticleBawaslu Ende Gandeng Pramuka Awasi Pemilu 2019
Next Article Anak TK di Ende Belajar Mengenal Unit Satlantas

Related Posts

Gubernur Melki Laka Lena Kenang Sosok Raymundus Fernandes sebagai Politisi dan Pelayan Masyarakat yang Tulus

29 Maret 2025

Gubernur NTT Kunjungi TTU, Pantau Pelayanan Kesehatan dan Program Makan Bergizi Gratis

29 Maret 2025

Penyidik Polsek Noemuti Diadukan ke Polda NTT atas Dugaan Ketidakprofesionalan

25 Maret 2025
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.