Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Mahasiswa Satarmese Kupang Desak Gubernur NTT Segera Tetapkan Status Jalan Ruteng-Iteng
NTT NEWS

Mahasiswa Satarmese Kupang Desak Gubernur NTT Segera Tetapkan Status Jalan Ruteng-Iteng

By Redaksi4 Maret 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Massa aksi IMPS saat aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD NTT, Senin 4 Maret 2019 (Foto: Ronis Natom/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Puluhan anggota organisasi Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Satarmese (IMPS) di Kota Kupang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur dan DPRD NTT, Senin (4/3/2019).

IMPS berunjuk rasa mendesak Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat segera menetapkan status jalan Ruteng-Iteng yang berada di Kabupaten Manggarai.

Ketua IMPS Kupang, Oktavianus Nagung mendesak Gubernur Viktor segera menetapkan status jalan Ruteng-Iteng menjadi milik Pemerintah Provinsi NTT.

Pasalnya, pasca SK Gubernur NTT Nomor: 256/KEP/HK/2017 tentang penetapan ruas jalan, jalur Ruteng-Iteng dialihkan ke segmen Simpang Cumbi-Golo Cala-Iteng.

Keputusan ini dinilai Oktavianus sangat diskriminatif. Sebab, sekitar dua tahun jalan Ruteng-Golo Cala-Iteng non status. Dampaknya, kendati rusak parah namun tak kunjung diperbaiki pemerintah.

Menurut dia, banyak masyarakat dari Manggarai bagian selatan menuju Ruteng masih menggunakan jalur yang hingga kini masih non status tersebut. Sebab, jalur yang melewati Golo Lusang (Ruteng-Iteng) sangat singkat menuju pusat kota Ruteng.

”Kami secara tegas menolak SK Gubernur NTT Nomor: 256/KEP/HK/2017 dan SK itu harus dicabut,” ujar Oktavianus.

Dalam pernyataan sikap tertulis IMPS menyebutkan, akibat tak kunjung diperbaiki pemerintah, jalur Ruteng-Iteng terpaksa diperbaiki masyarakat dengan menggunakan peralatan seadanya.

Baca Juga: Polisi Ikut Bakti Sosial di Jalan Ruteng-Iteng

Bahkan GMPS menyebut pula, akibat ruas Ruteng-Iteng yang rusak parah banyak pasien yang terpaksa meninggal di tengah jalan, saat hendak dirujuk ke RSUD dr Ben Mboi Ruteng.

Pantauan VoxNtt.com, titik star unjuk rasa IMPS mulai dari Taman Nostalgia-Kupang. Di sana mereka mulai berkumpul sekitar pukul 10.00  Wita.

Baca Juga: Tanpa Alat Berat, Warga Bersihkan Longsor di Jalan Ruteng-Iteng

Massa aksi kemudian melakukan konvoi di jalan Frans Seda, Gedung Keuangan, Lampu Merah Patung Kiraf, Kantor DPRD, hingga Kantor Gubernur NTT.

Sambil berkonvoi sejumlah anggota IMPS terus berorasi mendesak Gubernur Viktor segera menetapkan status jalan Ruteng-Iteng menjadi milik Pemprov NTT.

Saat aksi di Kantor DPRD NTT, massa bersikukuh ingin masuk ke ruangan untuk berdialog, meski anggota dewan sedang melakukan kunjungan kerja di luar daerah.

“Nurani DPRD dapil Manggarai sudah mati, kami turut berduka cita atas matinya nurani dewan dapil Manggarai,” tegas salah satu orator IMPS.

“Tidak ada alasan, kami mau ketemu Ketua DPR dan anggota DPR dapil Manggarai, sampai mati sekalipun,” teriak  Koordinator Lapangan aksi unjuk rasa, Rober Dagul.

Selanjutnya,  10 orang utusan massa dikawal pihak keamanan masuk ke dalam ruangan dan mengecek keberadaan anggota DPRD NTT.

Setelah memeriksa seluruh ruangan dan tak menemukan anggota DPRD NTT, para utusan demonstran kemudian keluar.

Selanjutnya, di Kantor Gubernur NTT massa aksi tidak masuk  untuk berdialog dengan Gubernur Viktor karena terkendala izin.

Koordinator umum aksi unjuk rasa, Salesius Lega kepada VoxNtt.com mengatakan, kondisi jalan Ruteng-Iteng hingga kini dalam kondisi rusak parah.

Masyarakat, kata Salesius, sangat membutuhkan kondisi jalan yang baik.

“Salah satu anggota dewan dapil Manggarai Boni Jebarus menyebut jalan itu berstatus (milik pemerintah) kabupaten (Manggarai). Lalu, Pak Gubernur Viktor saat kunjungan ke sana menyampaikan akan memperbaiki jalan itu, mana yang benar?” tanya Sales.

Baca Juga: Soal Jalan Ruteng-Iteng, DPRD NTT Beberkan Surat Usulan Pengalihan Pemkab Manggarai

Menurutnya, kondisi jalan Ruteng-Iteng hanya jadi isu sentral dan menjadi komoditas politik menjelang pileg.

Ia juga mengatakan saat kunjungan kerja ke Manggarai beberapa waktu lalu, Gubernur Viktor menyatakan jalan Ruteng-Iteng bukan milik Pemprov NTT.

Baca Juga: Bupati Deno Minta Gubernur NTT Perhatikan Jalan Ruteng-Iteng

“Lalu maksud dari pernyataan perbaikan itu apa. Kami minta pak Gubernur untuk menjaeab aspirasi kami,” tegas Sales.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Jalan Ruteng-Iteng
Previous ArticleAksi 1000 Tanda Tangan Mengutuk Perusakan Mangrove di Malaka
Next Article Nikmati Keindahan Kampung Ronting Lamba Leda Matim

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.