Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Jawaban Menteri Jonan Terkait Penguasaan Asing di Indonesia
HEADLINE

Jawaban Menteri Jonan Terkait Penguasaan Asing di Indonesia

By Redaksi24 Maret 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pater Otto Madung bersama Menteri Jonan berjabatan tangan usai kuliah umum di STFK Ledalero (Foto: Arsen)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT-Menteri ESDM Republik Indonesia, Ignasius Jonan berkesempatan memberikan kuliah umum di Aula St. Thomas Aquinas STFK Ledalero, Maumere, NTT pada Sabtu (23/3/2019).

Kuliah umum dengan tema ‘Energi Berkeadilan untuk Rakyat’ ini diselenggarakan oleh panitia pesta emas STFK Ledalero.

Dalam sesi diskusi, Jonan menanggapi pertanyaan yang dilontarkan forum.

Salah satu anggota forum menanyakan soal keberhasilan divestasi 51% saham Freeport yang tidak memiliki arti jika dibandingkan dengan jumlah sumber energi lain yang masih dikuasai perusahan asing.

Misalnya sumber energi gas di teluk Bintuni yang dioperasikan oleh perusahan asing British Petrolium.

Masih senada dengan pertanyaan tersebut, P. Alex Jebadu, SVD juga menyatakan bahwa negara ini, sebagaimana diatur dalam pasal 33 UUD 45, semestinya berdiri di atas ideologi ekonomi jalan tengah.

Akan tetapi, selama ini ekonomi bangsa Indonesia cendrung bergerak ke arah ideologi kanan, demikian kata Alex.

Menteri Jonan berpose bersama pastor dan tamu undangan dalam kegiatan kuliah umum di STFK Ledalero, Maumere, NTT

Menjawabi pertanyaan tersebut, Menteri ESDM menyatakan bahwa apakah dikuasai negara itu tidak harus dikelola oleh negara.

“Kita kadang memiliki pompa bensin, kita yang kuasai. Tetapi, yang mengelola orang lain. Apa kita jaga sendiri pompa bensinnya?”, jawab Jonan. Filosofi demikian memang masih dapat diperdebatkan, tambahnya.

“Di dalam pandangan saya, dikuasai negara itu sudah pasti. Hal lain yang mesti dipikirkirkan adalah kekayaan tersebut harus diperuntukkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat”, demikian ungkap Jonan.

Jonan juga menambahkan bahwa pemerintah sebenarnya senang andai putra-putri bangsa Indonesia sendiri yang mengelola perusahan-perusahan tersebut, termasuk Freeport.

Akan tetapi, seperti diakui Jonan sendiri, masih belum ditemukan putra-putri Indonesia yang mampu mengelolah perusahan sekompleks freeport.

Karena itu, yang diperlukan adalah kita perlu belajar pada masa transisi ke depan.

Menteri ESDM tersebut juga menambahkan cerita lain.

“Pertamina menemukan ladang minyak besar terakhir kali pada tahun 1967. Sekarang Pertamina juga mengoperasikan Blok Mahakam dan mengelola blok Rokan. Kalau kita suruh pertamina cari sendiri ladang minyak, belum tentu ketemu. Ini fakta kok,” tutur Jonan.

Terima Kasih

Atas nama civitas akademika STFK Ledalero, Dr. Otto Madung selaku ketua sekolah, menyampaikan terima kasih kepada bapak Ignasius Jonan yang berkesempatan memberikan kuliah umum di STFK Ledalalero.

Kuliah umum ini juga dimeriahkan oleh penampilan STFK Voice yang membawakan lagu Manu Basa Liras dan Gemu Fa Mi Re.

Turut hadir dalam kuliah umum ini antara lain Dirjen Bimas Katolik, Sekretarias Daerah Provinsi NTT, Bupati Sikka, Kapolres Sikka, General Manager PLN NTT, Pater Ketua Yayasan Persekolahan St. Paulus Ende, Uskup Emeritus Mgr. Kherubim Pareira, SVD, Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr, Ketua Sekolah STFK Ledalero, para dosen dan pegawai, para mahasiswa/i STFK Ledalero maupun dari kampus lain yang berada di Maumere.

Kontributor: Arsen Jemarut

Editor: Irvan K

Ignasius Jonan Menteri ESDM Otto Gusti Madung Sikka STFK Ledalero
Previous ArticleMenteri ESDM: Rasio Elektrifikasi NTT Masih Tertinggal
Next Article Jokowi Bakal Hadir Kampanye Akbar di Kupang

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

Gubernur NTT Minta Penyaluran KUR Tepat Sasaran untuk Masyarakat Miskin

19 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.