Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pria Asal Palu Tewas Gantung Diri di Matim
Regional NTT

Pria Asal Palu Tewas Gantung Diri di Matim

By Redaksi31 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Seorang pria asal Palu, Sulawesi Tengah, tewas gantung diri di sebuah pondok di kampung Paka, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT, Minggu (31/3/2019).

Kepada VoxNtt.com, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Borong, AKP Virgantara Sjarifudin mengaku, korban bernama Mohamad Ridwan Latim Pagi (43), asal Suku Kaili, Palu, Sulteng.

Dikatakannya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Kala itu, Ridwan anak korban (8) yang masih duduk di kelas satu Sekolah Dasar (SD), melihat korban meminum obat dan muntah-muntah.

Setelah itu, korban naik ke atas loteng sambil menggenggam tali nilon di tangannya.

“Pada saat itu pula anak korban, pergi memberitahukan pamannya, Rudianus  Galus (40), yang rumahnya berjarak 1 kilo meter (km) dari TKP,” ujarnya.

Lanjut Virgantara, mendengar informasi tersebut Rudianus dan Nikolaus Jematu langsung ke TKP. Ternyata benar korban dalam keadaan tergantung.

Keduanya mengira korban masih bisa tertolong karena badanya masih hangat, sehingga mereka langsung memotong tali yang terikat pada leher korban, namun ternyata setelah diturunkan korban sudah tidak bernyawa.

Menurut Virgantara, dari Yuliana Pahung (30) istri korban keduanya sudah menetap lebih dari 7 tahun di Palu, Sulawesi Tengah.

Keberadaan keduanya di Kampung Paka, Desa Gurung Liwut, berstatus sebagai pengungsi akibat bencana gempa Palu.

Yuliana sendiri berasal dari kampung Paka, sehingga keduanya bersepakat untuk tinggal sementara di kampung orang tua sang istri.

Lanjut Virgantara, sebelumnya korban pernah meminta kepada Yuliana untuk kembali lagi ke Palu, namun karena belum punya uang sehingga selalu tertunda keberangkatannya.

Sebelum peristiwa tragis itu, Yuliana sempat mengajak korban untuk sama-sama ke kebun orang, untuk mengetam padi dengan gaji harian. Kepada Yuliana, korban mengaku akan menyusul.

Tetapi sekitar pukul 10.30 wita, Yuliana mendengar informasi masyarakat bahwa korban telah meninggal dunia kerena menggantung diri.

Penulis: Sandy Hayon

Editor: Boni J

Borong Bunuh Diri Manggarai Timur
Previous ArticleDemi Efisiensi Pelayanan, Kopdit Swastisari Akan Luncurkan Aplikasi
Next Article Kala ‘Niang’ Todo Jadi Lautan Api Disergap Pasukan ‘Purak’ Cibal

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.