Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Bawaslu Nagekeo Kampanyekan Tolak Politik Uang
Pilkada

Bawaslu Nagekeo Kampanyekan Tolak Politik Uang

By Redaksi13 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bawaslu menggandeng Remaja Masjid Aesesa dan GMNI Nagekeo mengkampanyekan tolak politik uang, politisasi SARA, tolak hoaks, dan tolak ujaran kebencian
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Badan Pegawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nagekeo mengkampanyekan tolak politik uang pada Pemilu 2019, Sabtu (13/04/2019).

Selain tolak politik uang, kegiatan kampanye berupa long march dari Hotel Sinar Kasih Mbay hingga Pasar Danga itu juga dalam rangka menolak politisasi SARA, tolak hoaks, dan tolak ujaran kebencian.

Dalam kegiatan itu, Bawaslu menggandeng Remaja Masjid Aesesa dan GMNI Nagekeo .

Kampanye ini dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Nagekeo Yohanes Nanga.

Mengutip sambutan Ketua Bawaslu RI Abhan, Yohanes mengatakan, Pemilu harus menjadi ajang demokrasi yang dirayakan dengan penuh sukacita, damai dan rasa kebanggaan sebagai bangsa yang beradab.

Dikatakan, pengawasan Pemilu serentak kali ini berbarengan dengan perayaan ulang tahun Bawaslu yang ke 11.

Untuk itu, Bawaslu terus meningkatkan sosialisasi dan meningkatkan sumber daya para pengawas untuk mendedikasikan diri menjaga hak pilih rakyat.

Yohanes menjelaskan, kampanye tolak politik uang, politisasi SARA, tolak hoaks dan ujaran kebencian menjadi bagian dari pendidikan politik kepada masyarakat agar memilih dengan hati.

Pemilu tidak saja menjadi sekadar kontestasi para elite. Tetapi lebih dari itu merupakan ruang yang tepat untuk semakin mendewasakan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Nagekeo, Yohanes Emanual Nane mengatakan, kualitas Pemilu sesungguhnya tidak hanya terletak pada partisipasi pemilih.

Tetapi lebih dari itu bahwa masyarakat menentukan pilihannya karena kesadaran rasional sebagai kesempatan mengevaluasi kepemimpinan.

Negara, kata dia, menjamin hak politik masyarakat secara luas.

Masyarakat pun perlu diedukasi untuk menggunakan hak itu secara bertanggung jawab.

Ia menambahkan, kualitas Pemilu juga bisa dilihat dari masyarakat bisa melaksanakannya dengan riang gembira sebagai ekspresi kebebasan berpendapat.

Mereka menentukan pilihan bukan karena tekanan atau paksaan dari pihak tertentu.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Bawaslu Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleBawaslu Optimistis Pemilu Serentak di Mabar Tanpa Politik Uang
Next Article Ajari Aku Mencintai Luka Tanpa Harus Berduka

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.