Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Gelar Workshop Go Digital, BOP Libatkan 60 UKM di Mabar
Ekbis

Gelar Workshop Go Digital, BOP Libatkan 60 UKM di Mabar

By Redaksi6 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Workshop Go Digital yang dilakukan BOP LBF di Aula Hotel Hotel Excotic Labuan Bajo, Sabtu (4/5/2019) (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP LBF) berkomitmen mendorong pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di daerah itu.

Salah satu bentuk dukungan tersebut, yaitu dengan inisiatif BOP LBF menggelar Workshop Digitalisasi UKM Pariwisata, Sabtu (04/05/2019).

Workshop yang dilakukan di Aula Hotel Excotic tersebut dihadiri pula oleh Ketua Penggerak PKK Maria Aloisia Malung Daduk, Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Manggarai Barat, Azkar DG Kamis dari Google Gapura Digital dan Agususanto Firmansyah dari Komunitas Fotografi Labuan Bajo.

Dirut BOP Shana Fatima saat ditemui VoxNtt.com mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk mendorong UKM yang bergerak di bidang pariwisata agar bisa Go Digital.

“Dan ternyata yang hadir juga tidak hanya dari Labuan Bajo, tetapi dari Maumere dan juga Ruteng. Dan kita melihat ada kebutuhan teman-teman untuk belajar tentang bagaimana cara meng-Go Digitalkan produk-produk mereka,” ungkap Shana

Shana juga menjelaskan alasan mengapa harus melibatkan UKM. Itu karena pariwisata sesungguhnya adalah memberi dampak tidak hanya orang yang bergerak di bidang jasa atau travel agen atau wisatawan yang menikmati tapi paling besar yaitu industri supportingnya.

“Nah industri pendukungnya salah satunya adalah UKM. UKM ini bisa macam-macam mulai dari kuliner kemudian souvenir, kemudian apakah dia punya produk pertanian, itu macam-macam sekali,” pungkasnya.

Saat ini kata Shana, mungkin UKM tidak dilihat bahwa benar-benar ekonomi masyarakat. Sehingga pihaknya tidak ingin Labuan Bajo hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi banyak orang termasuk UKM.

“Mereka (UKM) akan mendapatkan manfaat lebih banyak,” lanjutnya.

Sebelumnya Menteri Pariwisata Arief Yahya telah mencanangkan program Go Digital menjadi salah satu program strategis Kementerian Pariwisata dalam upaya memenangkan pasar.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

BOP Labuan Bajo Labuan Bajo Manggarai Barat
Previous ArticleKadis PMD Matim: Pekerjaan Fisik Desa Wajib Pasang Papan Tender
Next Article Kapolres Mabar Beri Bantuan Korban Banjir Bandang di Pulau Komodo

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.