Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Wagub NTT Minta BPBD Bekerja dengan Otak dan Hati
NTT NEWS

Wagub NTT Minta BPBD Bekerja dengan Otak dan Hati

By Redaksi7 Mei 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi saat memberikan arahan dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat Provinsi NTT di Hotel Neo Aston, Senin 6 Mei 2019. (Foto: Dok. Humas Provinsi NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, meminta aparat Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar berada di garis terdepan dalam melakukan mitigasi dan penanganan bencana.

Menurutnya, semangat tangguh harus bisa diwujudnyatakan dalam mengurangi dan meniadakan kefatalan resiko bencana sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

“Jabatan anda sangat luar biasa. Bila anda banyak selamatkan jiwa manusia dan harta benda selama hidup di dunia, saya sangat yakin anda semua akan masuk surga. Bekerja dengan sungguh-sungguh, bekerja dari hati, dengan otak dan hati bukan hanya dengan otak dan otot,” ujar Nae Soi dalam arahannya saat membuka kegiatan Penguatan Kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  tingkat Provinsi NTT di Hotel Neo Aston, Senin (6/5/2019).

Menurut  Nae Soi, sebagai daerah yang rawan bencana yang letak topografi dan letak geografisnya, membutuhkan kader-kader tangguh. Aparatur Penanggulangan Bencana yang siap siaga dalam menghadapi bencana. Bencana kata dia, memang tidak bisa dihindari, butuh upaya mitigasi yang bagus. Mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh agar selalu waspada.

Ia juga meminta agar aparatur penanggulangan bencana melakukan rencana aksi, terutama upaya preventif, melakukan pelatihan-pelatihan terhadap masyarakat dalam menghadapi situasi bencana.

“Ukuran (kesiapsiagaan) kita dalam bencana, begitu bencana kita langsung tanggap. Tidak butuh waktu lama, begitu dengar ada bencana, satu jam kemudian langsung melakukaan langkah-langkah cepat dalam melakukan tanggap darurat. Bapa-ibu kader bencana menjadi garda terdepan dalam upaya fase tanggap darurat. Ini kerja kemanusiaan yang luar biasa. Jadi, kalau ditempatkan ke Badan Bencana, tidak boleh anggap itu sebagai tempat buangan,” pungkasnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar BPBD untuk melakukan analisisi Strengths/Kekuatan, Weaknesses/Kelemahan, Opportunities/Kesempatan, Threat/Ancaman (SWOT).

Dari analisis itu lanjut dia, harus lahirkan perencanaan aksi dan langkah-langkah konkret. Wagub secara khusus mengharapkan agar BPBD  menaruh perhatian secara serius tehadap para penyandang disabilitas. Memberi pelatihan khusus agar mereka juga dapat mengetahui situasi bencana serta dapat  menyelamatkan diri saat terjadi bencana.

“Dua minggu yang lalu, saya dibacakan puisi oleh saudara-saudara kita yang disabilitas. Mereka katakan, bapak, kami ini tidak bisa mendengar. Bagaimana, dari BPBD atau BNPB buat alat yang bisa bantu dengarkan alarm, tanda bencana. Bayangkan kalau ada ada alarm tsunami, tapi saudara-saudara kita yang tuli, tidak bisa mendengarnya. Begitupun denga saudara-saudari kita, penyandang disabilitis lainnya, kita harus memikirkan bagaimana supaya mereka juga menyelamatkan diri saat bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengungkapkan tujuan kegiatan ini adalah untuk mensinerjikan perencanaan program kegiatan manajemen penanggulangan bencana secara terpadu. Juga untuk sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan kegiatan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-NTT.

“Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan penanganan bencana yang cepat dan tepat. Juga adanya  perumusan langkah-langkah konkret yang harus dilakukan dalam menghadapi bencana di NTT ke depannya,” jelasnya.

Sekedar untuk diketahui, Kegiatan ini berlangsung selama dua hari terhitung sejak tanggal 6 sampai 7 Mei 2019. Melibatkan BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten/Kota se-NTT, lembaga mitra pembangunan dan lembaga agama.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J

BpBD NTT Josef A. Nae Soi Kota Kupang
Previous ArticlePengadilan Malaysia Bebaskan Majikan Adelina, Polri Didesak Telusuri Prosesnya
Next Article Air Mata Ibunda Adelina Tumpah di Bawah Sang Saka Merah Putih

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.