Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Ada Monopoli Air Dibalik Kekeringan Dua Desa di Sumba Timur
NTT NEWS

Ada Monopoli Air Dibalik Kekeringan Dua Desa di Sumba Timur

By Redaksi6 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Waingapu, VoxNtt.com-Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini petani Wanga dan Petawang, Kabupaten Sumba Timur mengeluhkan berkurangnya debit air hingga kekeringan di saluran irigasi yang selama ini menjadi andalan untuk pengairan di sawah mereka.

BACA: Investasi PT. MSM Berdampak pada 583 Ha Sawah Warga Sumba Timur

Fakta ini merupakan hasil temuan WALHI NTT melalui press release ke media ini, Kamis (05/01)

Dalam catatan WALHI, petani biasanya panen dua kali dalam setahun dengan area sawah produktif seluas 780 Hektar.

Dengan hitungan minimalis setiap hektar menghasilkan 2 ton padi, WALHI mencatat warga mengalami kerugian milyaran rupiah.

Dari hasil investigasi lapangan, WALHI  mendapati beberapa fakta yakni

Pertama, irigasi milik Pemerintah Kabupaten Sumba Timur kering kerontang bahkan tembok irigasi telah banyak mengalami kerusakan akibat kekeringan.

Menurut WALHI atas kekeringan terebut Pemerintah Daerah Sumba Timur tidak pernah melakukan upaya serius untuk mengatasi kekeringan yang terjadi.

BACA: Bupati Sumtim: PT. MSM tidak ditolak warga

Akibatnya, petani kini banyak menggunakan sumur bor untuk sekadar menghidupi kebun sayurannya.

Kedua, telah terjadi monopoli sumber daya air oleh PT. Muria Sumba Manis di kawasan hulu yang sama dengan sumber air dari irigasi untuk petani.

Berdasarkan pantuan Walhi, pihak perusahan maupun pemerintah setempat memanfaatkan isu perubahan iklim El Nino dan pemanasan global untuk membenarkan kekeringan irigasi untuk warga.

Padahal di saat bersamaan perusahan memiliki embung dengan sumber daya air yang melimpah.

Selain itu, adanya investasi di kawasan hulu oleh PT. MSM atas seijin Pemda Sumba Timur telah menimbulkan kecemburuan di tingkat petani karena air untuk perusahan justru berlimpah.

Hal ini diperparah dengan sikap pemerintah Kabupaten Sumba Timur dimana dalam dua tahun terakhir ini seakan melakukan pembiaran atas kesusahan yang dialami oleh petani.

“Padahal Wanga dan Petawang adalah salah satu lumbung beras tertua di Pulau Sumba” tulis Walhi NTT.

Ketiga, petani di Desa Wanga dan Petawang tidak mau beralih profesi dari Petani menjadi buruh perusahan dengan istilah daerah setempat Nda Atajawa akama la tana wuaka dangu padangu wiki ma ( Kami bukan budak orang luar di tanah kebun dan padang kami sendiri)

BACA; Ini Alasan Walhi Tolak Pembangunan Waduk PT. MSM

Keempat, telah terjadi penebangan pohon di kawasan hulu oleh PT. Muria Sumba Manis padahal Sumba Timur sedang mengalami krisis hutan.

Atas aktivitas perusahaan tersebut, petani meminta untuk menghentikan aktivitas perusahan di kawasan hulu karena telah mengganggu sumber produksi rakyat. (UW/VoN)

Sumba Timur
Previous ArticleICW: Setiap Bulan Ada Satu Kasus Korupsi di NTT
Next Article Novel “Surat untuk Adriane” Resmi Diluncurkan

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.