Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tokoh Agama dan Adat Sikka Serukan Tolak Aksi Kekerasan dan Kerusuhan
Regional NTT

Tokoh Agama dan Adat Sikka Serukan Tolak Aksi Kekerasan dan Kerusuhan

By Redaksi20 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Haji Muhammad Nasar dan Oskar Parera Manggalangge (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Para tokoh agama, adat hingga pemuda di berbagai daerah di Indonesia, menyerukan agar tidak lagi ada kekerasan dan kerusuhan terkait Pemilu 2019, sebagaimana terjadi pada tanggal 21-22 Mei lalu di Jakarta.

“Kami menyatakan dengan tegas bahwa stop kekerasan dan kami menolak kerusuhan seperti yang terjadi tanggal 21-22 Mei kemarin,” kata Haji Muhammad Nasar, tokoh agama Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), di Maumere, Kamis (20/06/2019).

Ia menyerukan hal tersebut, menyusul adanya isu bahwa akan ada demo kembali saat Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan hasil sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019. Saat ini, sidang PHPU masih berlangsung di Gedung MK.

“Kami berharap, kita semua bisa menyerahkan proses ini kepada Mahkamah Konstitusi. Dan yang lebih penting, semua pihak nantinya bisa menerima apapun yang menjadi keputusan Hakim Mahkamah Konstitusi,” ujarnya.

Haji Muhammad Nasar pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Sikka, agar senantiasa menjaga dan merawat keberagaman dalam hidup berbangsa dan bernegara demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tak jauh berbeda juga dilontarkan Oskar Parera Manggalangge, tokoh adat Kabupaten Sikka, yang ditemui secara terpisah.

“Kami menolak yang namanya kekerasan, termasuk kerusuhan seperti yang terjadi di Jakarta tanggal 21-22 Mei lalu,” tandas saksi ahli Hukum Adat di Pengadilan Negeri Maumere ini.

Ia berharap seluruh masyarakat dapat menjaga kondusivitas selama sidang PHPU Pilpres 2019 berlangsung di MK. Selain itu, para pihak terkait juga diharapkan dapat menerima apapun yang menjadi keputusan Hakim Mahkamah Konstitusi nantinya.

“Apapun keputusan hakim, harus diterima. Itu yang terbaik. Mari kita bergandengan tangan dalam menjaga kesatuan dan persatuan serta merawat keutuhan dan kedamaian kita dalam bingkai NKRI,” pungkas Oskar Parera.

Penulis: Ardy Abba

Sikka
Previous ArticleTokoh Pemuda Ende Tolak Aksi Kekerasan dan Kerusuhan
Next Article Tiang Listrik di Desa Kuaken TTU hanya Jadi Pajangan

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.