Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Pasar Ditutup, Puluhan Pedagang Ikan dan Sayur Jualan di Kantor DPRD Sikka
HEADLINE

Pasar Ditutup, Puluhan Pedagang Ikan dan Sayur Jualan di Kantor DPRD Sikka

By Redaksi2 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para pedagang menjual barang dagangan di halaman kantor DPRD Sikka, Selasa (2/6/2019).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT–Puluhan pedagang ikan dan sayur di kota Maumere mendatangi kantor DPRD Sikka, Selasa (2/6/2019). 

Para pedagang datang menuntut DPRD membuka kembali pasar pagi terbatas yang sudah ditutup 1 Juli 2019 kemarin. Mereka merasa kehilangan mata pencaharian akibat pasar tersebut ditutup.

Sebagai reaksi protes atas kebijakan tersebut, para pedagang datang ke kantor DPRD Sikka menggunkan mobil pick up dan kendaraan bermotor. Mereka membawa serta ikan basah dan sayur-sayuran untuk dijual di depan kantor DPRD Sikka.

“Kami datang ke sini karena pa Bupati bilang DPRD yang desak tutup pasar pagi. Jadi kami ke sini mau minta supaya pasar pagi buka lagi,” ujar Siti, salah satu pedagang kepada sejumlah awak media sambil mengangkat piring ikan basah di depan kantor DPRD Sikka, Selasa (2/6/2019).

“Anak-anak kami makan batu dan pasir mulai kemarin pak. Kami mau jual di tempat lain diusir. Mau jual di TPI juga diusir SatPol PP. Jadi hari ini kami datang jual di sini karena barang-barang kami tidak bisa dijual. Kami tinggalkan anak-anak kami di rumah,” sambungnya.

Ia mengaku, sejak kemarin, para penjual tidak menjual karena tidak ada tempat yang disediakan pemerintah.

“Intinya kami mau pindah dari TPI, tetapi pemerintah harus menyiapkan tempat yang jelas bagi penjual ikan. Kami kemarin jual di pasar Alok, hasilnya cuma Rp.10.000. Itu pun orang-orang lama di situ usir kami,” ujarnya.

Pedagang lain bernama, Rudi mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah menutup pasar pagi tanpa memikirkan dampak bagi mereka.

“Sejak kemarin ini, barang-barang jualan kami tidak jual. Itu tadi, tempat sudah tidak ada untuk kami. Kami ke sini, diusir. Ke sana juga begitu. Bagaimana nasib kami. Kami minta pasar pagi terbatas dibuka kembali,” ungkap Rudi. (VoN).

Sikka
Previous ArticleLima Atlet Asal SMAK Fransiskus Boawae Harumkan Nagekeo
Next Article Proyek Jalan Provinsi NTT di Matim Terancam Terlambat

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.