Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Ayah-Anak Lolos Jadi DPRD NTT dan Malaka, Ini Rekam Jejak Keduanya
HEADLINE

Ayah-Anak Lolos Jadi DPRD NTT dan Malaka, Ini Rekam Jejak Keduanya

By Redaksi3 September 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ludovikus Taolin, politisi PKB yang lolos DPRD Propinsi NTT (Foto: Kilastimor)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Taolin Ludovikus bersama putranya, F. X. Taolin berhasil lolos menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat tingkat Provinsi NTT dan Kabupaten Malaka.

Kabupaten Malaka, TTU dan Belu merupakan daerah pemilihan (dapil) dari Taolin Ludovikus. Sementara putranya, Ans Taolin mewakili dapil 3 Malaka yang meliputi lima kecamatan di dataran tinggi Malaka.

Rekam Jejak

Sebelumnya Taolin Ludovikus adalah mantan wakil bupati Belu saat bupati Joachim Lopez menjabat bupati.

Sebelum menjabat wakil bupati, ia pernah menjadi wakil ketua DPRD kabupaten Belu dengan suara perolehan suara terbanyak kala itu.

Melihat prestasi itu, Joachim Lopes sang petahana waktu itu, meminang beliau untuk bertarung di Pilkada Belu.

Dengan nama paket “JALIN”, dua politisi kawakan ini berhasil lolos sebagai Bupati dan wakil bupati kabupaten Belu periode 2009- 2014.

Lima tahun menjabat, Taolin sangat dicintai masyarakat Belu karena tutur katanya yang santun serta kepekaannya dengan sesama.

Pada tahun 2015, ketika Malaka menjadi kabupaten defenitif, beliau didorong oleh masyarakat untuk menjadi Bupati melawan dr. Stevanus Bria Seran.

Berpasangan dengan Beni Chandradinata sebagai calon wakilnya, Taolin Ludovikus harus menerima kegagalan.

Dalam pertemuan Tim TABE tahun 2015 di kediamannya di Kusa, Taolin mengungkapkan bahwa perjuangannya tetap berjalan.

Di hadapan para pendukungnya, ia berpesan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.

“Kamu semua (rakyat) adalah alasan saya untuk tetap berjuang. Kita akan tetap satu dan makin kuat, percaya itu,” tuturnya kala itu.

Empat tahun berlalu, ucapan politisi PKB ini menjadi nyata. Beliau maju lagi sebagai calon anggota DPRD NTT dan terpilih dengan suara yang memuaskan.

Ludovikus Taolin bersama masyarakat adat Numponi. Beliau juga bangsawan Numponi (Foto: Frido/VoxNtt.com)

Benar kata orang, ucapan adalah doa dan pejuang sejati itu tidak mengenal kata pensiun.

Meraup suara belasan ribu, Taolin Ludovikus dilantik sebagai wakil rakyat TTU, Belu dan Malaka hari ini, 3 September 2019 .

“Terima kasih untuk masyarakat dapil VII (TTU, BELU,MALAKA) khususnya masyarakat Malaka dan pemerintahan daerah tiga kabupaten dapil VII yang telah memberikan kepercayaan penuh pada saya, dan khususnya PEMDA Malaka, yang telah memberi ruang untuk saya berkampanye kemarin”, tutur Taolin Ludovikus, kepada VoxNtt.com.

Hal yang sama juga dialami putranya  F. X. Taolin (Ans). Mantan seminaris keuskupan Atambua ini terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk 5 kecamatan kabupaten Malaka.

Ans Taolin, saat menjadi MC di salah satu acara nikah

Menempati kursi terakhir di dapilnya, Ans Taolin masuk sebagai penutup kuota dan siap dilantik tanggal 9 September 2019 mendatang di Betun, Malaka.

Sebelumnya Ans adalah pengusaha mebel yang cukup sukses untuk ukuran anak muda saat ini.

Selain pengusaha mebel, Ans juga sering dipercayakan menjadi pemandu acara-acara resepsi Nikah karena kepiawaiannya mengolah kata.

Sejak mahasiswa ia juga terlibat dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Salah satunya belajar di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang.

Di GMNI, ia belajar berdinamika, mengelola berbagai kepentingan dan terutama belajar ideologi Marhenisme yang diwariskan Bung Karno.

Pada perlombaan menulis yang diselenggarakan WALHI NTT untuk caleg-caleg se-NTT beberapa waktu lalu, Ans berhasil meraih juara 2 tingkat propinsi NTT.

Penulis: Frido Raebesi

Editor: Irvan K

Fransiskus Taolin Ludo Taolin Malaka
Previous ArticleSembilan Kali Terpilih Jadi DPRD NTT, Hugo Kalembu Bagikan Rahasianya
Next Article Tenaga Gizi di Malaka Dibekali Pelatihan Penggunaan Alat Antropometri

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.