Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Lestarikan Tarian Likurai, Itakanrai Kupang Bentuk Sanggar Tari
Seni dan Budaya

Lestarikan Tarian Likurai, Itakanrai Kupang Bentuk Sanggar Tari

By Redaksi18 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah anggota Itakanrai Kupang sedang melatih tarian Likurai
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Likurai adalah salah satu tarian lokal Kabupaten Malaka. Namun seiring perkembangan zaman, tarian ini tampak tergerus di generasi milenial.

Sebab itu, Ikatan Mahasiswa Kanokar Liurai Malaka (Itakanrai) Kupang mulai mempertahankan tarian Likurai dengan langkah awalnya membentuk sanggar tari dan budaya.

Itakanrai Kupang sendiri adalah salah satu organisasi kepemudaan(OKP) asal kabupaten Malaka, yang ruang lingkupnya 5 kecamatan.

Kelimanya; yakni Kecamatan Sasitamean, Io Kofeu, Malaka Timur , Botin Leobele dan Laen Manen.

Organisasi mahasiswa yang dibentuk pada 12 Januari 2009 di Kota Kupang itu mulai mendirikan sanggar tari dan budaya.

Di sanggar ini para mahasiswa asal Malaka melatih tarian Likurai dan sejumlah budaya lainnya.

Ketua umum Itakanrai Kupang Jho kapitan mengaku, latihan menari dilaksanakan dua kali dalam sepekan yaitu pada hari Sabtu dan Minggu.

Sanggar tari yang berlokasi di Nasipanaf, Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang itu menyerap sekitar 20 mahasiswa penari. Mereka sudah sering tampil di berbagai ajang festival budaya.

“Budaya lokal menjadi identitas diri setiap insan manusia dan dengan masuknya budaya barat , Itakanrai berkomitmen untuk tetap mempertahankan dan melestarikan budaya lokal sebagai identitas bangsa dan Negara,” ujar Jho ketika dihubungi VoxNtt.com melalui sambungan telepon, Minggu (15/09/2019).

Selain menjaga dan melestarikan tarian Likurai, sanggar tari Itakanrai dibentuk untuk siap memprosikan budaya, baik tingkat daerah maunpun nasional.

Penulis: Frido Raebesi
Editor: Ardy Abba

Itakanrai Kupang Likurai Malaka
Previous ArticlePemkab Ende Serahkan 8 Unit Mobil Pickup ke BUMDes
Next Article DPRD Malaka Bentuk Enam Fraksi

Related Posts

Gubernur NTT: Tenun Ikat Bukan Sekadar Kain, Melainkan Identitas Daerah

14 Desember 2025

Bundaran Patung Kristus Raja Kumba Disulap Menjadi Lebih Semarak dan Berkilau di Malam Hari

12 Desember 2025

Sanggar Budaya Manggarai Gelar Pentas Sae, Danding, dan Caci di Kota Kupang

6 Desember 2025
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.