Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Indonesia Negara Pluralis
NASIONAL

Indonesia Negara Pluralis

By Redaksi19 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta,VoxNtt.com-Direktur Papua Anti Corruption Investigation, Anthon Raharusun, menilai Indonesia adalah negara paling plural di dunia.

Hal tersebut dikatakan Anthon karena penduduk Indonesia berada di atas ribuan pulau, dengan ratusan bahasa dan suku dengan adat dan budaya sendiri-sendiri. 

“Indonesia hanya bisa bersatu kalau kemajemukan itu diakui,” ujar Anton dalam diskusi kebangsaan bertajuk “Pancasila dalam Tantangan Toleransi Kehidupan Umat beragama di Indonesia” di Aula Margasiswa PMKRI Jl. Sam Ratulangi No.1 Menteng Jakarta Pusat, Rabu (18/1)

Lebih lanjut Anthon menjelaskan pada tahun 1945 para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan khususnya tokoh-tokoh Islam memiliki kebesaran hati untuk menerima bahwa negara yang baru diproklamasikan kemerdekaannya, dimiliki oleh semua warganya, tanpa membedakan antara mayoritas dan minoritas.

“Itulah Pancasila. Pertanyaannya saat ini adalah mengapa masih ada yang membicarakan dan membedakan antara mayorits dan manioritas,” tutur Anthon.

Padahal, jelas Anthon, semestinya persoalan dikotomi antara mayoritas dan minoritas sudah selesai ketika para founding fathers mengikrarkan mengenai kemerdekaan Indonesia.

“Jika perbedaan ini terus menerus dipertentangkan, maka ini akan sangat membahayakan persatuan dan kesatuan dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut Anthon mengatakan persatuan dan kesatuan yang sudah lama dibangun oleh masyarakat Indonesia, kini diancam oleh kelompok-kelompok eksklusif yang mau memaksakan pandangan totaliter mereka kepada bangsa.

“Eksklusivisme itu mengancam masa depan bangsa Indonesia. Karena itu, Indonesia harus ditata secara inklusif, dan bukan menurut cita-cita menurut komponen saja,” imbuhnya.

Dia juga menyebut tantangan kita saat ini adalah Pancasila bukan lagi instrument untuk menjaga kebhinekaan dan pluralisme Indonesia, tetapi Pancasila hanya dijadikan sebagai slogan belaka tanpa memiliki makna.

Salah satu nilai paling penting dari pluralisme, jelas Anthon adalah toleransi. Toleransi, menurut dia adalah kesediaan atau kerelaan untuk mengakui, bahkan menghargai keberadaan orang atau kelompok lain dalam keberlainannya.

“Jadi, yang perlu diajarkan secara terus menerus kepada generasi muda bangsa ini adalah kesediaan atau kerelaan untuk saling menerima perbedaan untuk hidup berdampingan diantara perbedaan dengan yang lain,” pungkas Anthon (Ervan Tou/VoN)

Foto Feature: Diskusi kebangsaan bertajuk “Pancasila dalam Tantangan Toleransi Kehidupan Umat beragama di Indonesia” di Aula Margasiswa PMKRI Jl. Sam Ratulangi No.1 Menteng Jakarta Pusat, Rabu (18/1).

Previous ArticleRutan Bajawa Masih Kurang Petugas
Next Article Tanggapi Situasi Bangsa, Mahasiswa Indonesia Sampaikan Lima Resolusi

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026

Benny Harman: Jurnalis Berperan Jaga Hukum dan Pluralisme di Labuan Bajo

10 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.