Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Nurhalimah, Paket Peti Mati yang ke-89 untuk NTT
NTT NEWS

Nurhalimah, Paket Peti Mati yang ke-89 untuk NTT

By Redaksi30 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah Yosinta, TKI asal TTS saat tiba di Kargo Bandara Eltari Kupang Sabtu 26 Januari 2019. (Foto: Boni/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Hingga akhir September 2019, sebanyak 89 jenazah warga NTT yang dipulangkan dari Malaysia.

Terakhir adalah kasus kematian Nurhalimah Abdullah (39), warga asal desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS.

Dalam surat keterangan kematian Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia yang diterima VoxNtt.com, Nurhalimah meninggal akibat kegagalan fungsi organ pada 27 September 2019 lalu.

Hasil identifikasi Kedubes RI Malaysia, Nurhalimah tidak memiliki dokumen resmi serta tidak bekerja. Diduga ia merupakan TKI ilegal sehingga tidak terdaftar di Kedubes RI di Kuala Lumpur.

Jenazahnya diterbangkan dari Kuala Lumpur pada 30 September 2019 menuju Jakarta. Selanjutnya dari Jakarta akan diterbangkan ke Kupang pada Selasa, 1 Oktober 2019.

Gabriel Goa, direktur PADMA Indonesia yang juga pemerhati buruh migran dan perdagangan orang, membenarkan 89 warga NTT yang meninggal di luar negeri hingga akhir September 2019.

Menurut dia, solusi Gubernur NTT melalui moratorium pekerja nonprosedural dan berangkat lewat embarkasi NTT, tidak mengurangi niat orang untuk pergi ke Negeri Jiran.

Ada beberapa alasan yang dikemukakan Gabriel.

Pertama, moratorium tidak dibarengi dengan perangkat pendukung seperti belum diaktifkannya Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten/Kota untuk persiapkan ketrampilan calon pekerja.

Kedua, belum berfungsinya Layanan Terpadu Satu Atap yang sudah ada di NTT yakni di Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Tambolaka dan Maumere.

Ketiga, belum berfungsinya Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota.

Keempat, belum ada keseriusan Gubernur NTT mengajak kerja sama semua stakeholder yang bergerak dalam persiapan SDM Pekerja NTT dan Anti Human Trafficking.

“Kami siap bekerja sama dengan Gubernur NTT dan Bupati/Walikota se NTT atasi Human Trafficking dan mempersiapkan SDM Pekerja NTT agar sungguh-sungguh dilatih di BLK dan pergi melalui prosedur LTSA juga melindungi mereka di luar negeri dengan bekerja sama dengan stakeholder di Negara Tujuan” tutur Gabriel Goa.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K

Gabriel Goa Kota Kupang PADMA Indonesia TKI NTT
Previous ArticleMenunggang Kuda, Kim Taolin Mendaftar ke DPC Gerindra Malaka
Next Article Ini Balon Peserta Pilkada Mabar yang Daftar di PPP

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.