Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Gara-gara Debu, Pengguna Jalan Kesal dengan Baba Ho’i
Regional NTT

Gara-gara Debu, Pengguna Jalan Kesal dengan Baba Ho’i

By Redaksi10 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mobil milik Alex Jata, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nagekeo saat melintas di ruas jalan trans Aemali- Danga. (Foto: Patrick/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Daeng Reta (32), seorang pengguna jalan Aemali-Danga mengaku kesal dengan Irwan Cundawan alias Baba Ho’i, pemilik PT Pesona Permai Indah.

Perusahan Baba Ho’i ini yang mengerjakan paket pekerjaan peningkatan jalan Aemali- Danga milik Dinas PUPR Kabupaten Nagekeo.

Nilai kontraknya sebesar Rp 6 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Nagekeo.

Kontrak proyek tersebut dibuat sejak 16 Juli 2019 lalu dengan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 160 hari. Proyek di bawah pengawasan konsultan CV Sains Grup Consultant.

Daeng Reta mengaku kesal lantaran jalan Trans Aemali-Danga kerap menebarkan debu.

Jalan ini kerap digunakan pengendara sebagai jalur pintas dari Mbay ibu kota Kabupaten Nagekeo menuju ke beberapa kota di bagian barat Pulau Flores, dan sebaliknya.

Mobil milik Alex Jata, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nagekeo saat melintas di ruas jalan trans Aemali- Danga. (Foto: Patrick/Vox NTT)

Daeng Reta mengaku kesal karena tidak sanggup lagi menghirupkan debu material pekerjaan jalan yang dikerjakan oleh PT Pesona Permai Indah.

“Biadab sekali itu Baba Ho’i. Apapun yang dia kerjakan pasti selalu bermasalah, lihat saja ini ni, coba disiram ko. Manusia tak punya hati dia tu,” ujar Reta kepada VoxNtt.com, Selasa (08/10/2019).

Pengguna jalan lain Marselinus Siku ikut mengeluhkan debu saat melintas di ruas jalan itu.

Anggota DPRD Nagekeo asal Mauponggo itu pun menyarankan PT Pesona Permai Indah untuk menyiram di lokasi pekerjaannya.

Hal itu agar tidak mengganggu kesehatan para pengendara akibat debu.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan  Baba Ho’i belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi melalui teleponnya, Baba Ho’i tidak mengangkatnya hingga berita ini diturunkan.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleHen Bana Resmi Dilantik Jadi Ketua DPRD TTU
Next Article Dua Anggota DPRD Malaka Ini Sering Gunakan Sepeda Motor ke Kantor

Related Posts

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.